Laporan Keuangan Semakin Baik, Demak Lima Kali Raih WTP

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 22:07 WIB
Kepala KPPN Tipe A1 Kudus, Budi Marsudiyoto menyerahkan piagam dan plakat opini WTP dari Kementerian Keuangan kepada Bupati Demak Hj Eistianah didampingi Wakil Bupati KH Ali Mahsun di Gedung Ghradika Bina Praja. (suaramerdeka.com/dok)
Kepala KPPN Tipe A1 Kudus, Budi Marsudiyoto menyerahkan piagam dan plakat opini WTP dari Kementerian Keuangan kepada Bupati Demak Hj Eistianah didampingi Wakil Bupati KH Ali Mahsun di Gedung Ghradika Bina Praja. (suaramerdeka.com/dok)

DEMAK, suaramerdeka.com - Prestasi membanggakan kembali diraih Pemkab Demak dengan menerima plakat dan piagam opini Wajar tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun anggaran 2020 dari Kementerian Keuangan.

Predikat WTP tersebut merupakan kali yang kelima diterima Pemkab Demak secara berturut-turut.

Adapun plakat dan piagam WTP untuk Demak diserahkan oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A1 Kudus, Budi Marsudiyoto kepada Bupati Demak Hj Eisti'anah didampingi Wakil Bupati KH Ali Mahsun di Gedung Ghradika Bina Praja, Rabu (13/10).

Budi Marsudiyoto mengapresiasi keberhasilan Pemkab Demak mempertahankan prestasi WTP dengan skor dan kualitas yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Baca Juga: Heboh, DC Comics Keluarkan Karakter Superman Biseksual

"Mempertahankan WTP itu lebih sulit dari pada meraihnya, karena memerlukan peningkatan dan kerja keras serta kerja cerdas," katanya.

Usai menerima piagam WTP, Bupati Eisti'anah menyampaikan, keberhasilan meraih WTP merupakan hasil dari kerja keras seluruh ASN di lingkungan Pemkab Demak.

Terdapat tiga indikator yang menjadi ukuran sebuah daerah dianggap telah berhasil mengelola pemerintahan dengan baik.

Ketiga indikator ini antara Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) yang mendapat penilaian Kementerian Dalam Negeri.

Baca Juga: Dukung Program Desa Wisata, Pakuwojo: Harus Keluar Zona Merah Endemi Malaria

Kemudian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) yang dinilai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta hasil Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

"Alhamdulillah Pemkab Demak mampu membuktikan sebagai daerah yang berhasil baik dalam tata kelola pemerintahan," katanya.

LPPD Kabupaten Demak mendapat penilaian sangat tinggi. Begitu pula dengan SAKIP, yang memperoleh nilai B. Pemerintah Kabupaten Demak juga mendapatkan Predikat kepatuhan tinggi terhadap standar pelayanan publik dari Ombudsman RI.

Sedangkan untuk LKPD, Kabupaten Demak kembali meraih opini WTP untuk yang kelima kalinya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Surut, Ridwan Kamil: Normalitas Memang Makin Dinantikan

"Ini merupakan hasil yang membanggakan.

Berbagai keberhasilan tersebut merupakan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas seluruh pihak," ujar bupati.

Dia berharap prestasi meraih opini WTP menjadi tradisi yang berkelanjutan. Di samping masih banyak prestasi lain yang harus diraih.

Tantangan terberat yang dihadapi Pemkab Demak adalah bagaimana mempertahankan keberhasilan ini.

Baca Juga: Makin Lengket! Kedekatan Ariel Noah dan Dina Lorenza jadi Sorotan Warganet

"Maka jajaran di Pemkab Demak ini harus berkomitmen untuk terus berbenah ke arah yang lebih baik. Catatan yang ada, harus dijadikan point penting agar ke depan Demak menjadi lebih baik," tuturnya.

Bupati mengaku optimistis Pemkab Demak akan terus meraih predikat WTP. Dengan keyakinan bahwa setiap konsisten berdisiplin mematuhi aturan yang berlaku, maka prestasi pun akan diraih.

Mbak Eisti meminta seluruh perangkat daerah di Kabupaten Demak dapat meningkatkan ritme kerja, dengan bekerja lebih cepat, tepat dan berkualitas.

Menurutnya, saat ini yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Semakin cepat proses, kelengkapan administrasi bisa dilengkapi dengan cepat, maka pelaksanaan kegiatan akan berjalan cepat.

"Apabila ini bisa dilakukan masyarakat bisa segera menikmati hasil pembangunan. Ini harus menjadi perhatian bersama," katanya.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A1 Kudus, Budi Marsudiyoto memberikan materi terkait penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan Dana Desa (DD).

Materi pemaparan membandingkan hasil kerja dan serapan DAK dan DD tahun 2020 dengan tahun berjalan.

"Tahun lalu di Kabupaten Demak ada desa yang serapannya 100 persen, yakni desa Wedung. Tentu ini bisa menjadi contoh untuk desa-desa yang lain agar bisa belajar dan mengikuti jejaknya," ungkap Budi.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Eisti'anah Apresiasi Donor Darah FKUB Demak

Senin, 6 Desember 2021 | 09:24 WIB

Pemkab Demak Dorong Pertumbuhan Kampung Ternak

Kamis, 2 Desember 2021 | 10:12 WIB
X