Buntut Kebijakan Tidak Memihak Karyawan, Dirut PDAM Tirta Bumi Serasi Diminta Mundur

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 21:47 WIB
Perwakilan karyawan PDAM Tirta Bumi Serasi Kabupaten Semarang menyampaikan orasi terkait tuntutan pengembalian hitungan PhDP menggunakan SK 2017 dan meminta Inspektorat Kabupaten Semarang melakukan audit atas penggunaan uang perusahaan, Rabu (13/10) siang. (suaramerdeka.com/dok)
Perwakilan karyawan PDAM Tirta Bumi Serasi Kabupaten Semarang menyampaikan orasi terkait tuntutan pengembalian hitungan PhDP menggunakan SK 2017 dan meminta Inspektorat Kabupaten Semarang melakukan audit atas penggunaan uang perusahaan, Rabu (13/10) siang. (suaramerdeka.com/dok)

“Lha Dewan Pengawas sendiri sepertinya tidak pernah diajak ngobrol untuk perubahan PhDP tersebut. Saya sudah bersurat ke Bupati Semarang, saya menunggu hasil baiknya saja,” tegas dia.

Baca Juga: Piala Thomas 2021: Ganda Putra Indonesia, Fajar/Rian Gagal Lanjutkan Kemenangan

Menanggapi aksi kemarin, Kepala Bagian Keuangan dan Umum PDAM Tirta Bumi Serasi, Marsudi menyebutkan bahwa jajaran direksi masih rapat sehingga tidak bisa menemui peserta aksi.

Menurutnya, dari manajemen mempersilahkan DPRD, Dewan Pengawas, maupun Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Semarang membantu menyelesaikan persoalan di internal PDAM Tirta Bumi Serasi.

“Rencana kita akan kunjungan ke Dana Pensiun Bersama Perusahaan Daerah Air Minum Seluruh Indonesia atau Dapen Mapamsi, yang salama ini mengelola dana pensiun dari PDAM. Untuk komunikasi langsung, sebenarnya apa terjadi sehingga yang menjadikan permasalahan seperti ini,” kata dia.

Baca Juga: Purworejo Dinilai Baik Dalam Pemberdayaan Perempuan, Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya

Untuk menjawab permintaan penghitungan PhDP SK 2017, Marsudi menerangkan, manajemen perlu menganalisa atas keuangan PDAM Tirta Bumi Serasi. Menyusul ada ketentuan bahwa PhDP dihitung atas kemampuan perusahaan.

“Sebenarnya kemampuan PDAM tidak bermasalah, tetapi ketika penghitungan kemarin saya masih baru. Secara gambaran besar, terjadi istilahnya penambahan beban biaya atas dana pensiun yang sudah dihitung kemarin,” terangnya.

Data yang dihimpun menyebutkan bahwa tahun ini setidaknya ada 14 orang karyawan PDAM Tirta Bumi Serasi yang pensiun.

Sebagai karyawan yang masih aktif bekerja, ia pun menginginkan hal yang sama dengan karyawan yang sudah purna dan menerima dana pensiun dengan hitungan PhDP tinggi atau maksimal.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nelayan Rawapening Dilindungi Asuransi

Selasa, 30 November 2021 | 21:46 WIB
X