Bukukan Pengalaman Dampingi Pasien Hospice, Bidan Anastasia Raih Penghargaan Leprid

- Senin, 11 Oktober 2021 | 20:06 WIB
Anastasia Elisa Herman, bidan dan perawat yang mendampingi pasien hospice atau stadium akhir menceritakan pengalamannya yang dituliskan dalam buku usai menerima penghargaan di kantor LEPRID Jl Berlian Semarang. (sm/dok)
Anastasia Elisa Herman, bidan dan perawat yang mendampingi pasien hospice atau stadium akhir menceritakan pengalamannya yang dituliskan dalam buku usai menerima penghargaan di kantor LEPRID Jl Berlian Semarang. (sm/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Anastasia Elisa Herman, bidan dan perawat yang mendampingi pasien hospice atau stadium akhir menerima penghargaan Lembaga Prestasi Dunia Indonesia (Leprid).

Wanita kelahiran 1 Mei 1959 tersebut dicatat dalam rekor ke-634 LEPRID sebagai Bidan Pertama yang Menulis Buku Kisah Nyata dan Pengalaman Pribadi Terbanyak di dunia.

Ketua Umum Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID) Paulus Pangka memberikan piagam penghargaan kepada Anastasia Elisa Herman di kantor LEPRID Jl Berlian Semarang.

Ketua Umum LEPRID Paulus Pangka mengatakan apa yang telah dilakukan bidan Anastasia patut mendapatkan apresiasi karena selain sebagai bidan dan perawat, Ibu Elisa dikenal sebagai perawat yang telah memiliki banyak pengalaman mendampingi pasien-pasien kritis / sakaratul maut.

Baca Juga: Pemasangan PLTS Atap Tunjukkan Tren Positif, Solar Kit Portable Di-Gaskeun

“ Mendampingi dan melayani pasien merupakan tugas dan tanggungjawab yang besar dari seorang bidang dan perawat. Namun beliau bisa sabar menunaikan tugasnya. Bahkan beliau juga menuliskan pengalamannya dalam bertugas dan membukukannya.

Buku-buku pengalaman beliau ini sangat menarik dan memberikan manfaat bagi pembacanya karena memberikan informasi pengalamannya dalam menanggani pasien serta bisa menjadi renungan kita bahwa manusia semua pasti ada saatnya untuk kembali kepadaNya,”jelasnya.

Anastasia Elisa Herman mengatakan tugasnya dalam mendampingi pasien Hospice merupakan perawatan bagi pasien “terminal” (stadium akhir) yang tidak diperlukan lagi pengobatan pada penyakitnya.

“ Sebagai perawat kita harus senantiasa mendampingi dan berusaha memberikan secerca kebahagian dan kegembiraan kepada pasien menjelang saat-saat akhir hidupnya. Ada banyak pelajaran penuh tawa dan air mata yang membangkitkan semangat yang saya tuliskan dalam buku-buku saya,” jelasnya.

Sejumlah pengalamannya tersebut ditulis dan dibukukan diantaranya berjudul “ Bersahabat Dengan Ajal”, “Love, Live, Heaven”, “Menggapai Mentari”, serta “Peony untuk Sophia”.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Hendi Minta FKPPI Kawal Persatuan NKRI

Minggu, 24 Oktober 2021 | 20:55 WIB
X