Bangun Kesadaran Bersama di Tengah Pandemi, Ciptakan Ketahanan Nasional yang Tangguh

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 19:25 WIB
BERSAMA : Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi, Habib Muhammad Luthfi bin Yahya bin Ali bin Hasyim, beserta tokoh Forum Kerukunan Umat Beragam (FKUB) Jawa Tengah, saat berfoto bersama usai mengikuti acara ''Silaturahmi Ulama, Umaro', dan FKUB se Jawa Tengah'' di Balai Diponegoro Dam IV/Diponegoro, Rabu 6 Oktober 2021. (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)
BERSAMA : Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi, Habib Muhammad Luthfi bin Yahya bin Ali bin Hasyim, beserta tokoh Forum Kerukunan Umat Beragam (FKUB) Jawa Tengah, saat berfoto bersama usai mengikuti acara ''Silaturahmi Ulama, Umaro', dan FKUB se Jawa Tengah'' di Balai Diponegoro Dam IV/Diponegoro, Rabu 6 Oktober 2021. (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kondisi dunia dan Indonesia saat ini penuh dengan dinamika. Spektrum ancaman yang ada sekarang bisa berupa dari tindakan militer dan non militer.

Kehadiran ancaman tersebut datangnya bisa sangat cepat dan tidak terduga, seperti adanya pandemi Covid-19. Menanggapi situasi tersebut, Kodam IV/Diponegoro kemudian menggelar kegiatan Silaturahmi Ulama, Umaro', dan FKUB se Jateng, ''Membangun Kesadaran Bersama Guna Menghadapi Pandemi Covid-19, dalam Rangka Menciptakan Ketahanan Nasional yang Tangguh''. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara peringatan HUT ke-76 TNI dan HUT ke-71 Kodam IV/Diponegoro.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, dalam sambutannya pada acara itu mengatakan, semua negara yang terimbas pandemi, kemudian berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara belajar dari pengalaman (learning by doing), termasuk Indonesia. Penanganan Covid-19 dari awal Februari 2020 hingga sekarang ternyata terjadi banyak ''pertempuran'' dan ''kekurangan''.

''Itu kondisi nyata yang ada. Namun, belajar dari pengalaman yang telah dilewati, pada akhirnya semua ini dapat dilalui berkat sinegisitas kebersamaan kita,'' ujar dia, di Balai Diponegoro Dam IV/Diponegoro, Rabu 6 Oktober 2021.

Baca Juga: Tips Traveling bagi Kalian yang Pelupa

Menurut Pangdam, dirinya melihat secara pribadi kasus Covid-19 khususnya di Jawa Tengah, pada gelombang kedua (second wave).

Pada waktu itu, SOP dan cara berpikir bersama telah terbentuk. Hanya saja, papar Jenderal bintang dua tersebut, kehadiran gelombang kedua pada Juli 2021 kemarin, seolah-olah menyadarkan semua pihak bahwa penanganan Covid-19 perlu untuk dipikirkan kembali dan perlu adanya perbaikan diri.

''Jadi, tidak ada satu institusi pun di kabupaten/kota maupun provinsi yang bisa berdiri sendiri menangani Covid-19. Ini bisa dilalui dengan bersinergi bersama. Itu menjadi salah satu kelebihan bangsa Indonesia, di mana dengan kondisi 17.000 pulau lebih dan 270 juta penduduk lebih, ternyata mampu menangani Covid-19 dari awal hingga sekarang dengan baik. Menurut statistik, itu semua berhasil dilalui berkat sinergisitas dan gotong royong di antara semua pihak,'' terang dia.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kauman Kampung Quran Jadi Jejak Syiar Peradaban Islam

Senin, 24 Januari 2022 | 07:45 WIB

Omicron Masuk Jawa Tengah

Sabtu, 22 Januari 2022 | 01:18 WIB
X