Karya Batik Ramah Lingkungan Terus Dilakukan, Pulihkan Kesehatan Bumi dan Ekonomi

- Sabtu, 2 Oktober 2021 | 19:14 WIB
TAMPILKAN PERFORMANCE : Sejumlah peserta menampilkan performance saat peragaan busana dalam memperingati Hari Batik Nasional di jembatan penyeberangan orang (JPO) Pandanaran Skybride, Jalan Pandanaran, Semarang, Sabtu (2/10). (suaramerdeka.com/Siswo Ariwibowo)
TAMPILKAN PERFORMANCE : Sejumlah peserta menampilkan performance saat peragaan busana dalam memperingati Hari Batik Nasional di jembatan penyeberangan orang (JPO) Pandanaran Skybride, Jalan Pandanaran, Semarang, Sabtu (2/10). (suaramerdeka.com/Siswo Ariwibowo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kampanye pemulihan kesehatan, kelestarian bumi dan ekonomi melalui karya batik ramah lingkungan terus dilakukan.

Kampanye itu dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober.

Salah satu yang melakukannya ialah komunitas Fesyen Berkelanjutan EMPU. Komunitas ini terus mengkampanyekan karya batik sebagai karya budaya yang juga ramah lingkungan.

Lina Soeratman dari komunitas Fesyen Berkelanjutan EMPU mengatakan, pada kesempatan itu pihaknya sengaja melibatkan kaum milenial dalam memperingati Hari Batik Nasional.

"Anak-anak muda, milenial harus semakin memahami dan mencintai batik, sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia," kata Lina Soeratman, Sabtu 2 Oktober 2021.

Baca Juga: Manfaat Self Healing, Sembuhkan Luka Batin di Masa Lalu

Ia melanjutkan, ada yang spesial dalam peringatan Hari Batik Nasional oleh kaum milenial tersebut, yaitu pelibatan tenaga kesehatan (Nakes).

Para Nakes tersebut berkesempatan melakukan fesyen lengkap dengan mengenakan busana medis.

"Ini sebagai apresiasi kami kepada para Nakes yang telah berjuang sekuat tenaga dalam melayani masyarakat di tengah pandemi Covid-19," terangnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Omicron Masuk Jawa Tengah

Sabtu, 22 Januari 2022 | 01:18 WIB
X