Kasus Korupsi Pengadaan Tanah Bulog di Grobogan Memasuki Babak Baru Penuntutan

- Kamis, 30 September 2021 | 15:48 WIB
Kejaksaan Negeri (Kajari) Grobogan, Iqbal didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Iwan Nuzuardhi, dan Kasi Intel, Frengki Wibowo menggelar konferensi pers di Kantor Kejari Grobogan, Kamis 30 September 2021. (suaramerdeka.com/Khabib Zamzami)
Kejaksaan Negeri (Kajari) Grobogan, Iqbal didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Iwan Nuzuardhi, dan Kasi Intel, Frengki Wibowo menggelar konferensi pers di Kantor Kejari Grobogan, Kamis 30 September 2021. (suaramerdeka.com/Khabib Zamzami)

Dari uang tersebut ternyata telah dilakukan pemindahbukuan ke rekening cadangan atas nama K, sebesar Rp5.627.609.800.

Ada dugaan korupsi dilakukan K dengan cara penggelembungan harga tanah. Kemudian berdasarkan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara atas dugaan tindak pidana korupsi, ditemukan kerugian negara Rp4.999.421.705.

“Tersangka juga telah mengembalikan uang sebesar Rp900 juta dan kejari menyita satu mobil Toyota Fortuner bernopol K 8389 BF. Sedangkan tersangka tidak ditahan karena pertimbangan usia dan kondisi pandemi,” jelas Kajari Grobogan.

Sedangkan mengenai kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Perum Bulog, Kajari Iqbal mengatakan, pihaknya masih mengembangkan kasus ini.

“Saat ini satu tersangka, kendati demikian tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain. Nanti kalau ada akan kita sampaikan ke rekan-rekan media,” imbuh Kajari.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siswa-siswi SMP N 1 dan 2 Kradenan Divaksin Dosis 2

Selasa, 21 Desember 2021 | 19:43 WIB

Muslimat dan Fatayat Dilatih Pemulasaraan Jenazah

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:25 WIB
X