Kasus Korupsi Pengadaan Tanah Bulog di Grobogan Memasuki Babak Baru Penuntutan

- Kamis, 30 September 2021 | 15:48 WIB
Kejaksaan Negeri (Kajari) Grobogan, Iqbal didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Iwan Nuzuardhi, dan Kasi Intel, Frengki Wibowo menggelar konferensi pers di Kantor Kejari Grobogan, Kamis 30 September 2021. (suaramerdeka.com/Khabib Zamzami)
Kejaksaan Negeri (Kajari) Grobogan, Iqbal didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Iwan Nuzuardhi, dan Kasi Intel, Frengki Wibowo menggelar konferensi pers di Kantor Kejari Grobogan, Kamis 30 September 2021. (suaramerdeka.com/Khabib Zamzami)

 

GROBOGAN, suaramerdeka.com - Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Perum Bulog di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan dengan tersangka seorang makelar berinisial K kini telah selesai. Kasus tersebut kini memasuki babak baru.

"Penyidilkan kasus dugaan korupsi dengan tersangka K, 78, sudah selesai dan berkas perkara telah diserahkan ke penuntut umum. Saat ini tahap penelitian untuk menentukan dapat/belum naik ke tahap penuntutan," jelas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Grobogan, Iqbal didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Iwan Nuzuardhi, dan Kasi Intel, Frengki Wibowo, di Kantor Kejari Grobogan, Kamis 30 September 2021.

Terungkapnya kasus penggelembungan harga dalam pengadaan tanah Perum Bulog, berdasar temuan dan laporan masyarakat.

Baca Juga: Targetkan PPKM Level 2, Bupati Magelang Minta Percepatan Vaksinasi di Angka 70 Persen

Kejaksaan Negeri Grobogan juga telah menetapkan K, warga Danyang, Kecamatan Purwodadi, sebagai tersangka.

Kasus ini berawal ketika pada tahun 2018 Perum Bulog membeli tanah di Desa Mayahan, Tawangharjo seluas 60.282 meter persegi dengan harga Rp26.380.899.990. Rencananya untuk pembangunan modern rice milling plant (MPMP), Corn Drying Centre (CDC) dan Gudang Kedelai.

Perum Bulong kemudian pada tanggal 8 Juni telah mentransferkan dana pengadaan tanah di Desa Mayahan melalui rekening Divre Jawa Tengan kemudian ke Sub Divre Semarang baru disalurkan ke masing-masing rekening warga pemilik tanah. Setelah dipotong pajak nilainya Rp25.127.523.800.

Baca Juga: Sebulan Proses, Taman Kyai Langgeng Lulus Verifikasi CHSE, Siap Dibuka Umum

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Muslimat dan Fatayat Dilatih Pemulasaraan Jenazah

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:25 WIB

Pemkab Grobogan Bakal Perketat Pengawasan Orang Asing

Jumat, 24 September 2021 | 20:29 WIB
X