Tim LPPM Undip Bantu Ketersediaan Air Bersih di Desa Terkesi

- Rabu, 29 September 2021 | 19:12 WIB
Ketua Tim Pengandian Masyarakat LPPM Undip, Dista Yoel Tadeus (dua dari kiri) saat melakukan serah terima unit pengolahan air sumur dalam kepada tokoh masyarakat di Dusun Goleng, Desa Terkesi, Klambu, Grobogan, H. Syafi’i, baru-baru ini. (SM/Muhammad Arif Prayoga)
Ketua Tim Pengandian Masyarakat LPPM Undip, Dista Yoel Tadeus (dua dari kiri) saat melakukan serah terima unit pengolahan air sumur dalam kepada tokoh masyarakat di Dusun Goleng, Desa Terkesi, Klambu, Grobogan, H. Syafi’i, baru-baru ini. (SM/Muhammad Arif Prayoga)

GROBOGAN, suaramerdeka.com - Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro (Undip) membantu untuk ketersediaan pengadaan air bersih di Dusun Goleng, Desa Terkesi, Klambu.

Selama ini, warga setempat hanya memanfaatkan air untuk kegiatan mandi, cuci, kakus (MCK) serta pengairan sawah saja.

Sementara untuk konsumsi air, mereka harus membelinya. Mengingat air yang mengalir di permukiman warga dinilai kurang sehat untuk dikonsumsi, karena aroma belerang yang kuat, bertemperatur tinggi, terlihat keruh secara visual, dan memiliki rasa asin.

Baca Juga: RSUD Budi Rahayu Terima Pasien Jaminan BPJS Kesehatan

Program ini berawal, saat warga Dusun Goleng, Desa Terkesi, yang berlokasi dekat dengan perbatasan Kabupaten Purwodadi-Kudus tersebut tengah membangun sebuah masjid. Air dari sumur masjid tersebut ternyata diketahui kualitasnya kurang baik.

Setelah itu, warga kemudian mengajukan surat dan proposal permohonan bantuan kepada Rektor Undip, Prof Dr Yos Johan Utama.

Tim LPPM Undip selanjutnya merespon permasalahan air tersebut. Ketua Tim Pengabdian Masyarakat LPPM Undip, Dista Yoel Tadeus bersama dengan Fakhruddin Mangkusasmito, dan Eko Ariyanto selaku dosen Sekolah Vokasi Undip, akhirnya mendapatkan undangan tokoh masyarakat setempat H Syafi’i pada Sabtu (25/9), untuk meninjau lokasi.

''Kami merespon permasalahan ketersediaan air bersih ini dengan melakukan instalasi sistem filtrasi air dari produk sumur bor di Masjid Jami’ Baitul Jamal. Melalui instalasi ini, diharapkan air yang ada nantinya bisa digunakan untuk berwudhu jamaah yang hendak menunaikan sholat di masjid, sekaligus menyediakan kebutuhan air bersih bagi warga Dusun Goleng,'' ujar dia, Rabu (29/9).

Baca Juga: Gelombang Ketiga Penyebaran Covid-19 Mengancam, Prokes Ketat jadikan Norma Baru

Menurut Dista Yoel Tadeus, secara umum sistem filter ini terdiri dari 3 sub sistem utama. Dimulai dari sistem aerator yang berfungsi untuk meningkatkan kadar oksigen dalam air, kemudian sistem filter yang berfungsi menyaring partikel-partikel pengotor dalam air. Pada sistem ini digunakan jenis sand filter (penyaring pasir), cartridge filter (penyaring partikel dalam air).

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Muslimat dan Fatayat Dilatih Pemulasaraan Jenazah

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:25 WIB

Pemkab Grobogan Bakal Perketat Pengawasan Orang Asing

Jumat, 24 September 2021 | 20:29 WIB
X