Perpustakaan Nasional Kunjungi Rumpin Kodok Ngorek, Kaji Tingkat Kegemaran Membaca

- Senin, 27 September 2021 | 19:21 WIB
Konsultan Perpusnas Jakarta, Vidya Andalita, bersama pengelola, anggota Rumpin Kodok Ngorek Jalan Tanjungsari, RW 14, Kelurahan Pedurungan Tengah Pedurungan, Kota Semarang, Senin (27/9/2021). (SM/Irawan Aryanto)
Konsultan Perpusnas Jakarta, Vidya Andalita, bersama pengelola, anggota Rumpin Kodok Ngorek Jalan Tanjungsari, RW 14, Kelurahan Pedurungan Tengah Pedurungan, Kota Semarang, Senin (27/9/2021). (SM/Irawan Aryanto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Perwakilan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Jakarta mengadakan kunjungan dan survei lapangan ke Rumah Pintar (Rumpin) Kodok Ngorek, Jalan Tanjungsari IB, RW 14, Kelurahan Pedurungan Tengah Pedurungan, Kota Semarang, Senin (27/9/2021).

Konsultan Perpusnas Jakarta, Vidya Andalita, mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian tentang tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia Tahun 2021.

Hasil kunjungan ini nantinya akan digunakan sebagai bagian rekomendasi untuk menentukan tindak lanjut kendala yang ditemui di lapangan.

Baca Juga: Tempat Prostitusi Sesama Jenis Digerebek

''Poin penting yang kami dapatkan adalah khusus di Rumpin Kodok Ngorek, dan beberapa tempat yang sempat kami kunjungi adalah kegiatan activity base community. Jadi bukan yang ada gedung atau ruang khusus untuk membaca.

Memang ada kelemahan dan kelebihannya. Kelemahannya tanpa adanya gedung atau ruangan tetap sebagai sarana tempat membaca. Namun kelebihannya adalah komunitas literasi yang langsung dari warga dan dikelola oleh warga. Sehingga ini merupakan contoh skema komunitas literasi yang baru,'' paparnya.

Untuk itu, pihaknya juga perlu tahu apa yang bisa didukung dan diakomodasikan terkait komunitas literasi yang seperti ini sebagai sarana meningkatkan kegemaran membaca.

''Misalnya pengelola Kodok Ngorek, anak-anak atau pemustaka inginnya bagaimana, level kegemarannya seperti apa. Semua masukan atau isu yang terjadi di sini dan itu akan kami bawa ke Pusat. Mana bisa saja yang bisa kami support dan nantinya menjadi bahan rekomendasi,'' jelas Vidya.

Dari penelitian yang dilakukan, tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia sebesar 55, 74 poin. Skalanya pada posisi sedang. Dan pengamatan minat bacanya sebenarnya lebih tinggi.

Hal ini bisa dilihat dari keinganan untuk mendapatkan informasi baik cetak maupun online lebih tinggi. Namun yang masih harus diperhatikan adalah minat baca diluar Pulau Jawa hal ini adalah terkendala akses.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

DLH Kota Semarang Tetapkan 15 Sekolah Adiwiyata 2021

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:51 WIB
X