Tempat Prostitusi Sesama Jenis Digerebek

- Senin, 27 September 2021 | 19:08 WIB
Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Djuhandani dan Kabid Humas Polda Jateng Kombes M Iqbal Alqudusy memberikan keterangan, saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Nomor 1, Semarang Selatan, Senin (27/9) siang. (SM/Erry Budi Prasetyo)
Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Djuhandani dan Kabid Humas Polda Jateng Kombes M Iqbal Alqudusy memberikan keterangan, saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Nomor 1, Semarang Selatan, Senin (27/9) siang. (SM/Erry Budi Prasetyo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Rumah kos yang digunakan untuk praktik pijat plus plus dan hubungan sesama jenis (gay), di Jalan Pamugaran Utara, Nusukan, Banjarsari, Surakarta digerebek Aparat Subdit Remaja, Anak dan Wanita (Renata) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Sabtu (25/9) sekitar pukul 17.00.

Dalam penindakan tersebut petugas menangkap Der 947), warga Karanganyar, Has (41) asal Semarang, Sur (29) warga Riau, Fit (32) warga Bawen, Her (30) warga Bandung, Agus (39) dan DRH (29) keduanya warga Jawq Barat.

Oleh petugas ketujuh orang tersebut dibawa ke Mapolda Jateng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Operasi Patuh Candi 2021; Blusukan ke Pasar, Satlantas Bagikan Masker dan Brosur

"Satu orang (Der) bertindak sebagai mucikari dari enam orang lainya yang merupakan terapis pijat. Mereka kami gerebek saat melakukan hubungan sesama jenis di kos tersebut," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Djuhandani Raharjo Puro saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Nomor 1, Semarang Selatan, Senin (27/9) siang.

Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut dia, praktik prostitusi sesama jenis tersebut sudah berjalan lima lima tahun terakhir ini.

"Sudah lima tahun berjalan, tapi pasang surut. Nah dua tahun ini berjalan kembali kordinatornya tetap sama (Der)," ujarnya.

Dalam dua tahun ini, lanjut dia, Der menyebarkan praktik pijat plus plus itu melalui media sosial.

"Diunggah di media sosial. Terapis tidak hanya melayani hubungan sesama jenis, tapi juga lain jenis dan juga melayani suami istri untuk threesome," jelasnya.

Untuk tarifnya, lanjut dia, antara Rp 200 ribu hingga Rp 450 sekali perhubungan.

"Kalau dipanggil dan datang ketempat ada tarifnya sendiri," ungkapnya.

Baca Juga: Sport Track Tinjomoyo 57.5 Hektar Siap Sambut Wisatawan, Tawarkan Wisata dan Olahraga Alam

Dalam praktinya, Der mendapat keuntungan dari Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.

"Dia (Der) juga bertugas mencari terapis dari luar kota," ungkapnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jateng Kombes M Iqbal Alqudusy mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengembangam terkait kasus tersebut, apakah ada jaringan atau tidak.

Dalam kasus ini, para pelaku dijerat Pasal 2 UURI no 22 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdangan Orang (TPPO) dan pasal 296 KUHPidana dengan ancaman hukuman setidaknya 15 tahun penjara.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

34 Pohon di Semarang Tumbang Akibat Cuaca Buruk

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:39 WIB

Langgar Jam Operional, Enam Tempat Karaoke Disegel

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:17 WIB

Ziarah Edukasi, Siswa Observasi Taman Makam Pahlawan

Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:01 WIB
X