Eks Walkot Semarang Sukawi Minta Perkara Sertifikat Tanah Ganda Diusut Tuntas

- Senin, 27 September 2021 | 14:46 WIB
 TUNJUKKAN DATA : Eks Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip menunjukkan data terkait batas-batas lahan miliknya. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)
TUNJUKKAN DATA : Eks Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip menunjukkan data terkait batas-batas lahan miliknya. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Eks Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip meminta kepada lembaga berwenang untuk mengusut tuntas pihak yang berperan/terlibat dalam perkara kepemilikan sertifikat tanah ganda.

Seperti diketahui, Sukawi melakukan gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang terhadap Tan Yangky (tergugat) warga Kota Semarang dan Kantor Pertanahan Kota Semarang (turut tergugat), terkait kepemilikan sertifikat HGB No 1079/Bendan Ngisor pada lahan miliknya.

Pada pengadilan tingkat pertama (PN), ia memenangkan gugatan tersebut. Namun, informasi yang diperoleh, pihak tergugat dan turut tergugat melakukan upaya hukum lanjutan alias banding.

Baca Juga: Kalah dari Persis, Pelatih PSG Pati: Beberapa Pemain Demam Panggung

Sukawi menilai, yang menjadi korban dalam perkara ini tidak hanya dirinya selaku penggugat, melainkan juga tergugat. Kedua pihak menurutnya bisa saling merasa dirugikan.

"Tergugat bisa juga menjadi korban, dia membeli tanah yang sudah ada pemiliknya. Dalam hal ini perannya tidak hanya BPN, tetapi mulai dari surat keterangan lurah dan ini harus diusut tuntas," ujarnya, Senin 27 September 2021.

Sukawi mengatakan, korban dalam perkara semacam ini bisa dialami siapa saja, termasuk masyarakat umum. Ia prihatin, jika kasus serupa dialami oleh orang awam yang tak paham akan hukum.

Baca Juga: Persis Menang di Laga Perdana Liga 2 2021, Pelatih: Ini Awal yang Bagus

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DLH Kota Semarang Tetapkan 15 Sekolah Adiwiyata 2021

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:51 WIB
X