Reseller Bisnis Bodong Modus Arisan Online Diminta Bertanggung Jawab

- Sabtu, 25 September 2021 | 16:58 WIB
BERI KETERANGAN : Visnu Hadi Prihananto SH memberikan keterangan pers. Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana melaksanakan gelar kasus tersangka Reza Agata Putri Nugraheni di pendapa polres. (suaramerdeka.com/Surya Yuli P)
BERI KETERANGAN : Visnu Hadi Prihananto SH memberikan keterangan pers. Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana melaksanakan gelar kasus tersangka Reza Agata Putri Nugraheni di pendapa polres. (suaramerdeka.com/Surya Yuli P)

 

SALATIGA, suaramerdeka.com - Pengakuan Reza Agata Putri Nugraheni (24), di hadapan kepolisian saat gelar kasus di Polres Salatiga, Jumat (24/9) siang, bahwa bisnis arisan online yang dikelolanya hanya modus untuk melaksanakan penipuan, harus ditindaklanjuti polisi dengan meminta pertanggungjawaban para admin/reseller, yang selama ini bekerja sama dengan Reza.

Para admin atau reseller itu yang selama ini menghimpun dana dari masyarakat atau para membernya, ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Hal itu diungkapkan Visnu Hadi Prihananto SH, kuasa hukum Reza Agata Putri Nugraheni, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Kafe Ole, Jl Tentara Pelajar Salatiga, Sabtu (25/9) siang.

''Selama ini ada sekitar 60 orang admin atau reseller yang bekerja sama dengan klien kami dalam menghimpun dana dari masyarakat. Dana yang ditarik dari masyarakat ini ratusan hingga miliaran rupiah,'' kata Visnu Hadi Prihananto.

Visnu meminta agar rekening para admin/reseller itu ditelusuri, berapa uang transfer yang diterima dari para membernya? Lalu berapa yang disetor kepada Reza Agata Putri Nugraheni, berapa uang yang dipakai untuk kepentinigan pribadi, dan lainnya.

Menurut Visnu, para admin atau reseller ini bukan korban, mereka adalah jaringan yang selama ini bekerja sama dengan Reza Agata Putri Nugraheni menjalankan aksi bisnis bodong bermodus arisan online.

Baca Juga: Katarak Penyebab Utama Kebutaan di Indonesia, Kenali Gejala Awalnya

''Bisa ditelusuri kok, kan mereka itu dalam satu grup whatsapp (WA) dengan Reza Agata Putri Nugraheni. Mereka juga kerap kumpul atau mengadakan pertemuan bersama, untuk menyiapkan langkah dan strategis menggalang dana dari masyarakat. Jadi kalau klien kami yang dianggap orang yang paling bersalah dan harus bertanggungjawab sehingga ditahan di Polres Salatiga, adalah tidak tepat,'' jelas Visnu.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kampung Bebas Narkoba di Salatiga Segera Diluncurkan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:50 WIB

UKSW dan TNI Salurkan Vaksin Dosis Kedua

Kamis, 21 Oktober 2021 | 04:05 WIB

RSUD Kota Salatiga Zero Pasien Covid-19

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:12 WIB

Muamir Marzuki Kembali Pimpin IPHI Tingkir

Minggu, 3 Oktober 2021 | 20:29 WIB

Binda Jateng Lanjutkan Vaksinasi Pelajar dan Santri

Rabu, 29 September 2021 | 19:15 WIB
X