Jadi Kota Sehat, Angka Harapan Hidup Warga Semarang Meningkat Tajam

- Jumat, 24 September 2021 | 23:57 WIB
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat paparan tentang Kota Sehat di Balai Kota, Jumat (24/9). (SM/Dok)
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat paparan tentang Kota Sehat di Balai Kota, Jumat (24/9). (SM/Dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pada 2019 Kota Semarang ditetapkan sebagai kota sehat oleh pemerintah pusat Republik Indonesia dengan predikat tertinggi Swasti Saba Wistara.

Predikat tersebut didapatkan setelah Kota Semarang berhasil mewujudkan 6 tatanan dalam penataan kota, yaitu kawasan wisata yang sehat, permukiman yang sehat, ketahanan pangan.

Dan gizi, tertib lalu lintas dan pelayanan transportasi, masyarakat yang mandiri, serta kehidupan sosial yang sehat.

Tak hanya berbuah predikat Kota Sehat Swasti Saba Wistara, diwujudkannya 6 tatanan tersebut juga berdampak pada peningkatan tajam Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat di Kota Semarang.

Baca Juga: RA Alias Maryuni Kemplink Jadi Tersangka Bandar Arisan Bodong Yang Rugikan Hingga Rp 4,5 Miliar

Adapun pada tahun - tahun sebelumnya peningkatan AHH Kota Semarang hanya meningkat 0,01 hingga 0,02 tahun, namun pada tahun 2019 ke 2020 terjadi peningkatan AHH hingga hampir 5 kali lipat.

Jika pada tahun 2019 AHH Kota Semarang adalah 77,25 tahun, AHH Kota Semarang di tahun 2020 naik 77,34 tahun.

“Prinsipnya kita berupaya meningkatkan kualitas hidup dengan meringankan beban hidup masyarakat dari lahir hingga meninggal. Pemerintah hadir pada setiap keperluan masyarakat untuk memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat.

Di Kota Semarang berobat gratis, sekolah negeri gratis, 80 sekolah swasta juga gratis, kredit usaha murah hanya 3% per tahun, dan seterusnya," terang Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut saat menerima tim penilai Kota Sehat tahun 2021 di Situation Room Balaikota Semarang, Jumat (24/9).

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X