Antisipasi Munculnya Klaster Sekolah, Pemkab Semarang Jalankan Monev dan Uji Usap Antigen Random

- Jumat, 24 September 2021 | 11:24 WIB
Tes antigen. (suaramerdeka.com / dok)
Tes antigen. (suaramerdeka.com / dok)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Pemkab Semarang mengambil langkah antisipasi menyikapi munculnya klaster Covid-19 dari kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sejumlah daerah.

Antisipasi tersebut salah satunya dengan mengaktifkan monitoring dan evaluasi atau monev melibatkan Disdikbudpora Kabupaten Semarang serta Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga tingkatan desa/kelurahan.

“Langkah-langkah deteksi dini terhadap kemungkinan ditemukannya kasus penularan Covid-19 di lingkungan belajar, melalui uji usap antigen random di semua sekolah,” kata Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, Jumat, 24 September 2021.

Ia mengungkapkan, selama satu bulan terakhir pelaksanaan PTM belum ditemukan kasus penularan Covid-19 dari lingkungan.

Baca Juga: Bupati Apresiasi Inovasi Siap OM Dindukcapil Demak, Mempermudah Masyarakat

Hanya saja, pihaknya tetap mewaspadai munculnya klaster Covid-19 di sekolah seperti yang terjadi di Kabupaten Jepara dan Kabupaten Purbalingga.

“Monitoring serta pengawasan pelaksanaan PTM di sekolah kami tingkatkan,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Bupati Ngesti Nugraha berharap semua pihak tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) ketat agar seluruh lapisan masyarakat termasuk di sektor pendidikan bisa terlindungi dari risiko penularan Covid-19.

Upaya lain yang dilakukan Pemkab Semarang, adalah terus mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 dengan sasaran pelajar usia 12 tahun ke atas.

Baca Juga: STAI-IC Demak Tambah Prodi PAI, Jadi Daya Tarik Calon Mahasiswa

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X