Menyiapkan Generasi Emas di Masa Pandemi, Ketua PKK: Jangan Lengah

- Kamis, 23 September 2021 | 12:36 WIB
Ilustrasi anak-anak. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi anak-anak. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pembentukan karakter anak harus dipersiapkan sejak dini apalagi di masa pandemi, orang tua tidak boleh lengah dan harus terus bersemangat.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi mengatakan, seorang ibu tentu harus meningkatkan kualitas diri dengan dukungan pasangan dan anggota keluarga lainnya serta masyarakat dan pemerintah.

''Dengan situasi pandemi sudah 1,5 tahun kota sebagai orang tua harus mempersiapkan generasi muda menjadi anak anak yang hebat di masa mendatang. Ini bukan tanggung jawab ibu saja tetapi juga ayah dengan dukungan lingkungan masyarakat serta pemerintahnya,'' kata Tia dalam kegiatan Webinar bertajuk Peran Perempuan dalam Mempersiapkan Generasi Emas di Masa Pandemi Covid-19, hari ini.

Meski memiliki peran luar biasa bahkan sejak mengandung, Tia menilai, seorang wanita juga perlu meluangkan waktu untuk memantau kesehatan diri sendiri agar tidak terlampau stres dalam menghadapi berbagai persoalan yang sering dialami.

Baca Juga: Imunisasi pada Anak Diingatkan Sesuai Jadwal, Telekonsultasi Dapat Dimanfaatkan

''Sisihkan waktu untuk me time supaya bisa memberikan rasa nyaman, dan bahagia kepada sendiri. Ini sekaligus mengusir penat dan stres di tengah situasi pandemi,'' imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, M Khadik mengajak, para perempuan di Kota Semarang untuk turut serta dalam mempersiapkan generasi emas di tengah kondisi pandemi Covid-19 agar menjadi generasi andal dan hebat.

''Dibutuhkan keselarasan dan kesinambungan dari seluruh komponen untuk mewujudkan generasi emas dan andal,'' kata Khadik.

Melalui webinar ini, semua komponen diharapkan bisa bersinergi mewujudkan pembangunan emas, sehingga tidak ada lagi permasalahan perempuan dan anak di Kota Semarang.

Dengan begitu angka kematian ibu dan bayi di Indonesia bisa ditekan, begitu pula dengan masalah gizi dan stunting, gangguan emosial, serta meningkatnya pernikahan dini bisa teratasi dengan baik.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DLH Kota Semarang Tetapkan 15 Sekolah Adiwiyata 2021

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:51 WIB
X