Peternak Rumahan Perlu Pahami Pengelolaan Standar untuk Kandang Kambing

- Kamis, 23 September 2021 | 07:00 WIB
Kandang percontohan untuk kambing. (suaramerdeka.com / dok)
Kandang percontohan untuk kambing. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Penelitian praktisi hewan besar drh. Mukhlas Yasi Alamsyah menjelaskan, bahwa ternak kambing di peternakan tradisional dipelihara dengan manajemen yang sangat minimalis.

Bahkan, kandang kurang diperhatikan, terkesan seadanya sehingga menyebabkan terhambatnya pertumbuhan kambing dan domba.

Menyikapi hal itu, Desa Wisata Kalipancur Semarang Barat dengan peternakan kambingnya, memberikan contoh pengolaan standar kandang untuk mengedukasi masyaralat peternak kambing/domba.

Menurut Rudian Mustofa S.Pt, penanggungjawab peternakan, di Kalipancur terdapat beberapa jenis kambing yakni Etawa, Garut, Kacang dan Peranakan Etawa yang menempati kandang koloni dan tunggal dengan palung pakan.

Baca Juga: Konsep Bergerak Bersama, Stakeholder Punya Peran Penting pada Olahraga

"Bagaimana penerapannya di masyarakat peternak, itu harus melihat jenis kambing atau dombanya." kata Rudian Mustofa, Kamis 23 September 2021.

Kandang individu, masih kata dia, lebih bagus untuk penggemukan, dan kandang kelompok (koloni) untuk perkawinan/induk anak.

"Ini tergantung dari peternaknya, tujuannya untuk penggemukan atau induk anak, namun masyarakat lebih memanfaatkan ternak kambing untuk induk anak karena waktunya yang singkat," tandas lululusan Universitas Diponegoro Semarang ini.***

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DLH Kota Semarang Tetapkan 15 Sekolah Adiwiyata 2021

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:51 WIB
X