Waspadai Klaster PTM, Sekolah Gelar Pembelajaran Tatap Muka Tanpa Ijin Terancam Dibubarkan

- Rabu, 22 September 2021 | 20:36 WIB
Kegiatan PTM. (foto: jatengprov.go.id)
Kegiatan PTM. (foto: jatengprov.go.id)


SEMARANG, suaramerdeka.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Pemerintah Kabupaten Purbalingga bertindak cepat mengatasi klaster pembelajaran tatap muka (PTM), yang menimpa 90 siswa SMPN 4 Mrebet.

Selain menghentikan PTM yang sudah dilakukan, Ganjar meminta Bupati Purbalingga segera melakukan tracing terhadap 90 siswa itu.

“Bupati sudah memutuskan PTM di Purbalingga dihentikan semuanya. Saya minta dilakukan tracing, dicari penyebabnya dari mana, masuknya seperti apa, agar bisa segera tertangani,” kata Ganjar ditemui di kantornya, Rabu 22 September 2021.

Ganjar mengatakan, kasus Purbalingga menjadi peringatan untuk semua daerah di Jateng, agar lebih berhati-hati. Pihaknya sudah mengecek, dan diketahui, sejumlah sekolah di Purbalingga menggelar PTM tanpa izin.

Baca Juga: Skuad PSIS Dominasi Penghargaan Terbaik di Pekan Ketiga, Imran: Ini Hasil Kerja Keras Tim

“Menurut informasi bupati, pada prinsipnya Purbalingga belum membuka PTM. Maka saya tekankan, kenapa penting setiap sekolah yang ingin menyelenggarakan PTM untuk lapor dulu, supaya bisa dipantau,” ucapnya.

Ganjar meminta setiap daerah tegas mengambil tindakan jika ada sekolah yang menggelar PTM tanpa izin. Ganjar meminta pihak daerah tidak segan-segan untuk membubarkan PTM yang belum izin.

“Yang nggak lapor, bubarkan. Ini menjadi pembelajaran buat kita semua. Seluruh sekolah baik negeri maupun swasta, siapapun yang menggelar PTM tolong laporkan agar kami bisa melakukan pengecekan sejak awal,” tegasnya.

Baca Juga: Pemulihan Industri Perfilman, Menko Airlangga: Terbuka Peluang Layanan Streaming Berbasis Platform Digital

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X