Peringatan Kegiatan Promotif dan Preventif 2021, BPJAMSOSTEK Ungaran Kembali Menyerahkan APD Helm

- Rabu, 22 September 2021 | 20:15 WIB
Kepala Bidang Pelayanan BPJAMSOSTEK Cabang Ungaran, Muhammad Ripani berfoto bersama dengan staf perwakilan perusahaan penerima APD Helm. (suaramerdeka.com/dok)
Kepala Bidang Pelayanan BPJAMSOSTEK Cabang Ungaran, Muhammad Ripani berfoto bersama dengan staf perwakilan perusahaan penerima APD Helm. (suaramerdeka.com/dok)

UNGARAN, suaramerdeka.com - BPJAMSOSTEK Cabang Ungaran kembali menyerahkan secara simbolis alat pelindung diri (APD) berupa helm motor dalam rangkaian Peringatan Kegiatan Promotif dan Preventif 2021.

Dikatakan Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Ungaran, Novri Annur, selain APD helm, pihaknya juga memberikan bantuan sebanyak 38.450 masker medis, dan 3.300 vitamin kepada para pemangku kepentingan.

Kemudian ada 32 Paket APD Jasa Kontruksi yang terdiri dari helm pekerja, rompi, sarung tangan, dan sepatu pelindung khusus kepada perusahaan yang bergerak dibidang jasa kontruksi.

Baca Juga: Targetkan Kekebalan Komunal Tercapai, Jokowi Minta Mahasiswa Ajak Masyarakat Ikut Vaksinasi Merdeka

“Kali ini sebagai tambahan, total ada 35 helm yang kami berikan langsung. Perusahaan Kepuh Kencana Arum menerima sebanyak 15 APD helm motor."

"Lautan Berkah sebanyak 10 APD helm motor, dan Perusahaan Beverindo Indah Abadi sebanyak 10 APD helm motor,” katanya, Rabu, 22 September 2021.

Kegiatan Promotif dan Preventif, lanjut Novri Annur, merupakan salah satu bentuk kepedulian BPJAMSOSTEK terhadap pekerja di Indonesia.

Baca Juga: Targetkan Kekebalan Komunal Tercapai, Jokowi Minta Mahasiswa Ajak Masyarakat Ikut Vaksinasi Merdeka

Dengan aktif mendukung kegiatan tahunan, guna menyadarkan para pekerja akan pentingnya Prinsip K3 untuk dilaksanakan dalam pekerjaan sehari-hari.

“Dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, selain mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, instrumen keselamatan kerja yang lain tetap harus kita perhatikan bersama,” jelas dia.

Mengapa dipilih APD helm motor? Novri menjawab, tujuannya berfungsi sebagai upaya menekan angka kecelakaan kerja.

Baca Juga: Denmark Tertarik Bantu Bangun Semarang, Pasca Angka Covid-19 Turun

Dalam hal ini bagi para pekerja dari berangkat bekerja hingga pulang bekerja.

“Perlu kita ingat, program jaminan sosial ketenagakerjaan memberikan perlindungan sejak pekerja berangkat dari rumah, saat bekerja, hingga kembali lagi ke rumah."

"Melalui program ini, pemerintah juga telah memberikan jaminan kepada seluruh pekerja Indonesia bila terjadi risiko yang tidak diharapkan pada saat melakukan pekerjaan,” beber Novri.

Data BPJAMSOSTEK Cabang Ungaran menyebutkan, bahwa kasus kecelakaan kerja untuk wilayah Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga pada 2021 ini mencapai 646 kasus.

Dengan pembayaran jaminan sebesar Rp 1.172.356.132 atau masih menunjukkan tingginya angka kecelakaan kerja.

“Bekerja sesuai standar prosedur keamanan dengan disertai perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tentu membuat rasa aman dan nyaman, produktifitas pun menjadi meningkat,” tutur Novri.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Nelayan Rawapening Dilindungi Asuransi

Selasa, 30 November 2021 | 21:46 WIB
X