Eks Walkot Semarang Sukawi Sutarip Menang Gugatan di PN, Kasus Sertifikat Ganda Tanahnya

- Rabu, 22 September 2021 | 14:26 WIB
Mantan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip menunjukkan sertifikat tanah miliknya. (suaramerdeka.com/dok)
Mantan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip menunjukkan sertifikat tanah miliknya. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Mantan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang atas Kantor Pertanahan Kota Semarang/BPN Kota Semarang.

Sukawi sebelumnya melakukan gugatan di PN Semarang terhadap Tan Yangky warga Kota Semarang dan BPN Kota Semarang, terkait kepemilikan sertifikat HGB No 1079/Bendan Ngisor pada lahan miliknya.

Dalam salinan putusan No 560/Pdt.G/2020/PN.Smg tertanggal 16 Juni 2021 yang diterima Suara Merdeka, Selasa 22 September 2021, majelis hakim yang diketuai Muhamad Yusuf menyatakan, Sertifikat Hak Milik No 712 Kelurahan Bendan Ngisor atas nama Haji Sukawi Sutarip adalah milik penggugat (Sukawi) yang sah dan memiliki kekuatan hukum.

Baca Juga: BPJPH Berikan Sertifikasi Halal Gratis Bagi 3.179 UMK di 20 Provinsi

Hakim juga menyebut perbuatan tergugat yang mendirikan bangunan di atas tanah objek sengketa milik penggugat yang didasarkan pada sertifikat HGB No 1079/Bendan Ngisor atas nama Tan Yangky merupakan perbuatan melawan hukum.

"Menghukum turut tergugat (BPN) untuk tunduk dan patuh terhadap putusan ini. Mengabulkan gugatan penggugat sebagian, dan menolak selebihnya. Menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara," demikian bunyi petikan putusan majelis hakim.

Sementara itu, menurut keterangan ahli yang dihadirkan di persidangan oleh penggugat, salah satunya yakni Dr Tjahjo Arianto, Sertifikat Hak Milik adalah hak seseorang atas tanah yang terkuat dan terpenuh serta tidak ada jangka waktunya.

Baca Juga: Undip Akan Lakukan Uji Coba Perkuliahan Tatap Muka, Setelah Ujian Tengah Semestar

Sedagkan Hak Guna Bangunan bersifat sementara, karena terkait jangka waktu.

Dosen Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta itu menilai, pemilik atas tanah dapat berubah-ubah, karena ada jual-beli atau suatu gugatan di pengadilan, namun letak tanah tidak dapat berubah-ubah.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X