Kurir Narkoba Jaringan Internasional Dibekuk

- Rabu, 26 Februari 2020 | 15:55 WIB
Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Benny Gunawan (empat dari kiri) bersama pejabat lainnya menunjukkan barang bukti dalam gelar perkara di Kantor BNNK Kendal. (suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)
Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Benny Gunawan (empat dari kiri) bersama pejabat lainnya menunjukkan barang bukti dalam gelar perkara di Kantor BNNK Kendal. (suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)

KENDAL, suaramerdeka.com – Tiga orang kurir narkoba yang diduga merupakan sindikat jaringan internasional dibekuk petugas gabungan. Mereka ditangkap ketika melintas di wilayah Kaliwungu. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa 101,74 gram sabu.

Penangkapan tersangka merupakan kerja keras antara BNNP Jateng, BNNK Kendal, Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY, dan Kantor Bea Cukai Tanjung Emas Semarang. Ketiganya adalah Agus, Hariyadi, dan Kisro.

‘’Tiga tersangka yang kami amankan adalah AA warga Kendal, Y warga Batam, dan K warga Kendal,’’ kata Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Benny Gunawan, dalam gelar perkara di Kantor BNNK Kendal, Rabu (26/2).

Benny menyatakan, terbongkarnya kasus itu, setelah pihaknya menerima informasi akan adanya transaksi narkoba di Kendal. Petugas gabungan kemudian melakukan penyelidikan. Tidak perlu membutuhkan waktu lama, petugas mengamankan dua orang yang sudah diketahui ciri-cirinya yang menumpang taksi.

‘’Tersangka dengan memasukan narkoba jenis sabu seberat 101,74 gram, kedalam anus dan dibawa dari Batam menuju Kendal. Pengakuan tersangka, mereka mendapatkan imbalan Rp 10 juta,’’ terangnya.

Menurutnya, petugas sudah mengendus tersangka sejak dari Batam yang membawa sabu menunju Bandara Juanda Surabaya. Sesampainya di bandara Juanda, kedua kurir mengeluarkan sabu dan membawanya dengan jalur darat menggunakan bus antar kota antar propinsi.

‘’Sampai di Semarang, kedua kurir berganti angkutan dengan taksi menuju Kendal untuk mengantarkan pesanan sabu kepada AA warga Kendal. Mereka kami amankan di wilayah Kaliwungu,’’ tegasnya.

Salah satu tersangka, Hariyadi, mengaku dia hanya diminta mengantarkan barang ke Kendal dengan pesawat dari Batam ke Surabaya kemudian ke Kendal dengan jalan darat. ‘’Baru sekali ini dan saya hanya mengantarkan dengan upah Rp 10 juta,’’ kata dia.

Sekda Kendal, Moh Toha, sedih dan prihatin dengan penangkapan kurir narkoba ini. Dengan kejadian itu, lanjut dia, harus ditingkatkan lagi dalam membina warga, terutama peran serta masyarakat informasi sekecil apapun disampaikan. ‘’Selain itu pembinaan generasi muda mulai sekolah melalui pendidikan berkarakter,’’ tutur Toha.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

UKSW dan TNI Salurkan Vaksin Dosis Kedua

Kamis, 21 Oktober 2021 | 04:05 WIB

Praktik Perjudian di Tiga Lokasi di Jateng Dibongkar

Kamis, 21 Oktober 2021 | 03:49 WIB

Hendi Dukung Desa Kekebalan Komunal AKABRI 1999

Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:25 WIB
X