Temuan Kasus Positif Covid-19 di Sekolahan Blora Bukan dari Klaster PTM

- Selasa, 21 September 2021 | 19:48 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Foto jatengprov.go.id
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Foto jatengprov.go.id


SEMARANG, suaramerdeka.com - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah memastikan temuan kasus positif Covid-19 pada sejumlah sekolah di Kabupaten Blora, bukan klaster pembelajaran tatap muka (PTM).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo kasus di delapan sekolah tersebut ditemukan melalui screening sebelum PTM dilaksanakan.

"Blora justru kita apresiasi, ada delapan sekolah melakukan screening (sebelum PTM), dan ditemukan sekitar 40-an kasus. Jadi, bukan klaster sekolah karena menularnya bukan di sekolah,” katanya usai Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19, di Ruang rapat lantai 2 Kantor Gubernur, Selasa, 21 September 2021, seperti dikutip dari jatengprov.go.id.

Baca Juga: Usai Pernyataannya soal Anies, Giring Disebut Netizen Stres Berat, Ini Pengakuannya

Sementara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan, dirinya langsung berkoordinasi dengan Bupati Blora untuk memastikan terkait temuan kasus tersebut. Ternyata, temuan kasus positif di sekolah itu karena justru karena dites lebih dulu sebelum PTM dilaksanakan.

“Saya cek di Blora, kontak Bupati dan saya lega, ternyata klaster di sana itu karena persiapan PTM dites lebih dulu. Itu bagus. Ya, ada SMK, MTs, SD dan SMP ini komplet,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Ganjar, temuan kasus di Kabupaten Blora semuanya dari guru. Maka, ia pun memerintahkan, seluruh Kepala Dinas Pendidikan harus mengecek, pastikan guru punya kesadaran untuk sehat.

Baca Juga: Pembelajaran Daring Masih jadi Persoalan, Daerah 3T Terima Bantuan 40.000 Modul Belajar

“Yang menarik semuanya itu orang tua, artinya guru. Maka, saya perintahkan seluruh Kepala Dinas Pendidikan harus ngecek, pastikan guru sendiri punya kesadaran untuk sehat. Kalau tidak, ini bahaya.

Beberapa kejadian MTs di Jepara 28 orang terdeteksi, 25 siswa dan 3 guru. Saya komunikasi dengan kemenag untuk tutup. Jangan sampai kita kasih stempel gagal,” tandasnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Buruh Jateng Kembali Demo, Tolak UMP 2022

Senin, 29 November 2021 | 20:07 WIB

DAS Rawan Banjir di Kota Semarang Terpantau Masih Aman

Senin, 29 November 2021 | 13:43 WIB

Semarang Jadi Kota Pembangunan Terbaik di Indonesia

Minggu, 28 November 2021 | 22:20 WIB

Kota Semarang Tuan Rumah AHL Germas Tingkat Nasional

Minggu, 28 November 2021 | 19:26 WIB

HUT Korpri Ke-50, Polres Semarang Gelar Baksos

Jumat, 26 November 2021 | 22:21 WIB
X