Sekolah Diingatkan Jauhi Perundungan

- Minggu, 23 Februari 2020 | 06:59 WIB
BERI PENGHARGAAN: Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri (dua dari kanan) didampingi Kepala SD Ngesrep 02, Titin Pristi Sukartini (paling kanan) saat memberi penghargaan kepada donatur dan masyarakat di sela-sela deklarasi sekolah ramah anak di halaman SD Ngesrep 2. (suaramerdeka.com/Royce Wijaya)
BERI PENGHARGAAN: Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri (dua dari kanan) didampingi Kepala SD Ngesrep 02, Titin Pristi Sukartini (paling kanan) saat memberi penghargaan kepada donatur dan masyarakat di sela-sela deklarasi sekolah ramah anak di halaman SD Ngesrep 2. (suaramerdeka.com/Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Deklarasi sekolah ramah anak secara bersama-sama dilakukan SD Ngesrep 02 dan SD Ngesrep 03, Kecamatan Banyumanik di halaman SD Ngesrep 02.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri MM menghadiri sekaligus menandatangani komitmen bersama dua sekolah untuk mewujudkan SD ramah anak. Dalam kesempatan itu, sekolah diingatkan untuk menjauhi perundungan atau bullying.

"Perlu ada komitmen dan konsistensi setelah melakukan deklarasi sekolah ramah. Salah satunya perubahan perilaku dan pola pikir, saya minta tidak ada lagi bullying, baik itu dari siswa ke siswa, siswa ke guru, atau dari guru ke siswa," tegas Gunawan saat memberikan sambutan dalam deklarasi tersebut.

Komitmen lain, SD harus mengembangkan kurikulum 2013 (K-13). Pada era merdeka belajar, guru juga dituntut melakukan inovasi pembelajaran.

Selain itu, komitmen lainnya adalah membenahi SD seperti ruang kelas, kamar, pembangunan taman agar siswa merasa nyaman dan bangga belajar di sekolahnya.

Dalam deklarasi itu, Gunawan juga memberikan penghargaan kepada donatur atau masyarakat yang turut andil dalam pembangunan SD Ngesrep 02. Siswa berprestasi juga diberikan penghargaan. Sejumlah hiburan ditampilkan untuk menghibur wali murid, siswa, hingga tamu undangan.

Tari-tarian Babanu yang melibatkan kepala SD, wali murid, dan siswa ditampilkan, termasuk kesenian Jathilan. Di sisi lain, Kepala SD Ngesrep 02, Titin Pristi Sukartini MPd mengaku sekolahnya telah berkomitmen menghindari perundungan, baik secara fisik maupun psikis. Hal itu penting supaya anak-anak merasa nyaman, aman di sekolahnya. SD Ngesrep 02 ini sekarang jadi satu rombongan belajar (rombel). Total muridnya hanya 159 siswa.

Menurut dia, SD ini memang belum bisa jadi pilihan masyarakat, sehingga pembangunan akan terus dilakukan supaya masyarakat kembali lagi bisa menyekolahkan anaknya di SD Ngesrep 02. Pihaknya mengapresiasi donatur yang berkenan membantu pembangunan di sekolahnya. Tak lain, masyarakat sekitar sekolah yang mau menyumbangkan tenaganya secara gratis, mereka kerja bakti di SD, seperti saat program tamanisasi.

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Beraksi di 16 Minimarket, Pelaku Ditangkap

Jumat, 28 Januari 2022 | 23:17 WIB

Polres Kendal Musnahkan 359 Knalpot Brong

Jumat, 28 Januari 2022 | 22:37 WIB

Tahap Pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta Dibalik

Rabu, 26 Januari 2022 | 23:57 WIB
X