Jelang Masa Pensiun, Polisi Dibekali Pelatihan Kewirausahaan

- Kamis, 20 Februari 2020 | 10:24 WIB
RACIK KOPI: Sejumlah anggota jajaran Polda Jateng tampak antusias mengikuti pelatihan meracik kopi di Nestra Kafe di gedung KWU Unnes. (suaramerdeka.com / Royce Wijaya)
RACIK KOPI: Sejumlah anggota jajaran Polda Jateng tampak antusias mengikuti pelatihan meracik kopi di Nestra Kafe di gedung KWU Unnes. (suaramerdeka.com / Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Universitas Negeri Semarang (Unnes) bersama Polda Jateng mengadakan pelatihan kewirausahaan bagi jajaran anggota kepolisian yang hendak mengakhiri masa jabatannya. Mereka dilatih mengembangkan mindset atau cara pandang bisa membuka usaha, sekaligus menambah penghasilan, begitu mengakhiri masa tugas sebagai pelayan dan pengayom masyarakat. Ratusan polisi yang rata-rata berusia 55 dan 56 tahun ini antusias mengikuti praktik jadi barista alias peracik kopi, membuat mie ayam, serta bakso.

"Semuanya dimulai dari nol, mereka (polisi- ) belajar dan diajari cara-cara meracik kopi, praktik pembuatan bakso dan mie ayam. Kegiatan ini untuk membuka mindset anggota polisi yang mau pensiun supaya berniat menjalani bisnis," tandas Koordinator Pelatihan Kewirausahaan, Unnes Dr Eka Yuli Astuti MA didampingi Kepala Urusan Pengakhiran Dinas, Polda Jateng AKP Evie Meilanny di sela-sela pelatihan meracik kopi di Nestra Kafe, kompleks gedung Kawasan Wira Usaha (KWU) Unnes.

Bukan hanya studi lapangan praktik pelatihan wirausaha, namun Unnes juga berupaya melakukan pendampingan usaha yang dijalankan pensiunan polisi kedepannya. Eka yang juga staf ahli bidang kerja sama Unnes, pelatihan ketiga ini juga hasil kerja sama dengan Kemenristekdikti, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng, serta Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jateng. Peserta pelatihan keterampilan menjelang purna tugas ini diikuti 950 Aparatur Sipil Pemerintahan (ASN), bintara, dan perwira menengah.

Mereka secara bertahap akan datang ke gedung KWU untuk mengikuti pelatihan ini. "Tahun lalu (2019-) kami mengadakan pelatihan sekaligus memberi bantuan peralatan, seperti kolam bundar bagi peternak, bantuan lele dan pakannya. Ada juga pelatihan Chemical Laundry, seperti membuat detergen, sabun cuci piring, dan pengharum ruangan," ungkapnya.

Ada empat sektor pelatihan, yakni bidang peternakan, perikanan, industri kreatif, dan pertanian. Di Unnes ini, belajar bidang pertanian, khususnya meracik kopi. Dalam meracik kopi, peserta pelatihan mendapatkan penjelasan dari barista dari Nestra Kafe yang juga mahasiswa Unnes.

Praktik meracik itu menggunakan bahan kopi jenis Arabica dengan rasa kecut asam serta Robusta yang rasanya lebih pahit. Di sisi lain, Evie Meilanny mengatakan, anggota polisi ini akan memasuki masa pensiun pada usia 58 tahun. Dari 950 anggota jajaran Polda Jateng, mereka menjalani pelatihan kewirausahaan secara bertahap.

Gelombang pertama diikuti anggota Polda Jateng, Polrestabes Semarang, Polres Kendal, Polres Demak, Polres Salatiga, dan Polres Ungaran. Selanjutnya, baru polres lainnya di Jateng. "Pelatihan ini penting untuk memberi gambaran wirausaha kepada anggota polisi, supaya jangan sampai mereka mengalami Post Power Syndrom saat pensiun," jelasnya.

Mereka terlihat antusias mengikuti pelatihan meracik kopi dan membuat bakso. Dari hasil pelatihan, ada polisi yang membuka usaha setelah pensiun dan beberapa di antaranya sukses menjalankan bisnisnya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Bupati Eisti'anah Apresiasi Donor Darah FKUB Demak

Senin, 6 Desember 2021 | 09:24 WIB

Kejari Bantu Pemkot Tagih Piutang Pajak

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:33 WIB
X