Persentase Kecelakaan Kerja Turun 26,40 Persen

- Selasa, 18 Februari 2020 | 18:55 WIB
Bupati Semarang, Mundjirin, didampingi Kepala Disnaker Kabupaten Semarang, Jarot Supriyoto dan Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Ungaran, Muslih Hikmat, menyerahkan secara simbolis santunan manfaat Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, serta Program Jaminan Hari Tua kepada ahli waris dan penerima manfaat. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
Bupati Semarang, Mundjirin, didampingi Kepala Disnaker Kabupaten Semarang, Jarot Supriyoto dan Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Ungaran, Muslih Hikmat, menyerahkan secara simbolis santunan manfaat Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, serta Program Jaminan Hari Tua kepada ahli waris dan penerima manfaat. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Bupati Semarang, Mundjirin, menyampaikan bila persentase kecelakaan kerja di Indonesia berdasarkan data yang dihimpun dari BPJamsostek periode Januari 2018-Desember 2018 dan Januari 2019-September 2019 terpantau menurun 26,40 persen. Di mana pada 2018 telah terjadi 157.313 kasus kecelakaan kerja, sementara Januari 2019-September 2019 terdapat 130.923 kasus kecelakaan kerja. Kasus kecelakaan tadi, menurutnya, mencakup pula kecelakaan lalu lintas yang dialami pekerja ketika menuju tempat mereka bekerja atau ketika mereka pulang kerja menuju tempat tinggalnya.

“Kecelakaan kerja, tidak hanya menyebabkan kematian. Tetapi juga kerugian materi, moril, dan pencemaran lingkungan, termasuk dapat mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” katanya, ketika menjadi Pembina Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tingkat Kabupaten Semarang di Halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja, Selasa (18/2).

Di samping beberapa pengaruh itu, ia menerangkan kecelakaan kerja juga bisa mempengaruhi indeks pembangunan manusia serta indeks pembangunan ketenagakerjaan. Menyikapi hal itu, pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan baik perusahaan, serikat pekerja, dan masyarakat untuk terus meningkatkan pengawasan kesadaran pentingnya K3.

“Ini soal nyawa dan kesehatan manusia. Jangan sampai Program K3 hanya diingat saat terjadi kecelakaan atau musibah, mulai diingat ketika korban berjatuhan, atau ketika ada gugatan dari masyarakat atau keluarga korban,” tegasnya.

Kepada Forkompimda, pimpinan OPD, dan perwakilan perusahaan, serta serikat pekerja yang hadir Bupati Mundjirin menuturkan bila uang bisa dicari, karier dapat dikejar, namun keselamatan dan kesehatan sama sekali tidak tergantikan.

“Undang undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, mengatur pesan K3 di semua tempat kerja. Yang bertujuan agar pekerja dan orang lain yang berada di tempat kerja terjamin keselamatannya,” imbuhnya.

Di lokasi yang sama, kemarin diserahkan penghargaan dari PMI Kabupaten Semarang terkait penggalangan peserta donor darah terbanyak 2019 kepada PT USG Unit Ungaran, PT Sido Muncul, PT Glory Industrial, PT Hop Lun Indonesia, dan PT Starlight Garmen Semarang.

Bupati Mundjirin didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Semarang Jarot Supriyoto dan Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Ungaran, Muslih Hikmat juga menyerahkan santunan manfaat Program Jaminan Kecelakaan Kerja sebesar Rp 144.502.820 kepada ahli waris (alm) Sri Pujiono karyawan PT Nissin Biscuits Indonesia.

Kemudian santunan manfaat Program Jaminan Kematian sebesar Rp 55.967.620 kepada ahli waris (alm) Ronald James Robbert karyawan Hotel Kusma Madya, dan santunan manfaat Program Jaminan Hari Tua sebesar Rp 253.325.540 kepada karyawan PT Apac Inti Corpora, Indra Firdaus.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Sungai Jebol, Mangkang Wetan Dilanda Banjir

Senin, 17 Januari 2022 | 19:20 WIB

Aktivitas Gempa Swarm Kembali Guncang Ambarawa

Jumat, 14 Januari 2022 | 19:34 WIB
X