Bupati Demak Ajak Siswa SMP 1 Wonosalam Lawan Hoaks

- Selasa, 11 Februari 2020 | 21:35 WIB
Bupati Demak, Muhammad Natsir, berfoto bersama Kepala SMP 1 Wonosalam Sri Warsini dan siswa sekolah tersebut seusai Safari Upacara Pendidikan Pendahuluan Bela Negara. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)
Bupati Demak, Muhammad Natsir, berfoto bersama Kepala SMP 1 Wonosalam Sri Warsini dan siswa sekolah tersebut seusai Safari Upacara Pendidikan Pendahuluan Bela Negara. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)

DEMAK, suaramerdeka.com - Ada banyak cara yang dapat dilakukan para siswa untuk mengungkapkan cinta Tanah Air dan Negara. Di antara bentuk kecintaan tersebut dapat diwujudkan dengan cara tekun belajar, ikut memerangi hoaks, termasuk menjaga kebersihan lingkungan.

"Pengungkapan cinta kita kepada Tanah Air itu bisa disesuaikan dengan bidangnya masing-masing. Beda pelajar dengan ASN, pengusaha, petani atau masyarakat lainnya," terang Bupati Demak, Muhammad Natsir, saat menjadi pembina upacara Pendidikan Pendahuluan Bela Negara bagi pelajar di SMP 1 Wonosalam, kemarin.

Bupati menuturkan, kesadaran untuk mencintai Tanah Air dan kerelaan berkorban demi negara harus ditumbuhkan pada semua warga negara sejak dini, terutama kepada siswa sekolah. Penumbuhan kesadaran dilakukan melalui program Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) yang diadakan di setiap sekolah.

"Pendidikan bela negara ini sangat penting, terlebih di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi seperti sekarang ini," tuturnya.

Pada era millineal, semua orang termasuk siswa tidak bisa terlepas dari pemanfaatan teknologi informasi dan digital. Sementara kemajuan teknologi tersebut berakibat semakin cepatnya informasi menyebar ke masyarakat yang tidak terbatas oleh ruang, waktu dan jarak. Tidak jarang berita yang menyebar merupakan berita bohong, fitnah yang betujuan membuat keruh kehidupan bermasyarakat.

Berita hoaks banyak menyebar melalui media sosial, bahkan melalui pesan berantai baik SMS maupun Whatsapp. "Di sinilah arti pentingnya perlawanan terhadap hoaks. Upaya kita untuk tidak ikut menyebarkan berita bohong merupakan bentuk kecintaan kepada Tanah Air dan Negara," terang Bupati.

Dia mengajak para pelajar agar menjadi bagiana dari masyarakat yang memerangi hoaks. Sebagai pelajar, lanjut bupati, harus selalu meningkatkan kualitas diri dengan rajin belajar, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sehingga dapat memilah dan memilih berkegiatan yang positif.

Ketekunan belajar pada semua disiplin ilmu yang diajarkan para guru di sekolah merupakan bentuk kecintaan pada bangsa dan negara. Sebab, hanya oleh SDM berkualitas serta berwawasan luas yang dapat membawa kemajuan masa depan bangsa.

Sebagai warga negara yang berpendidikan, maka para pelajar harus memiliki kesadaran menjadi pelopor bagi masyarakat, seperti dalam menjaga lingkungan bersih.
"Mari kita ciptakan lingkungan sehat dan bersih dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat. Satu sampah jika dibuang sembarangan bisa menimbulkan berjuta masalah," katanya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Hendi Dukung Desa Kekebalan Komunal AKABRI 1999

Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:25 WIB

RSUD Kota Salatiga Zero Pasien Covid-19

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:12 WIB
X