Warga Minta Pengembang Bangun Talut di Bawah Situs Makam Sunan Katong

- Rabu, 5 Februari 2020 | 00:15 WIB
foto: suaramerdeka.com/Hanief Sailendra
foto: suaramerdeka.com/Hanief Sailendra

KENDAL, suaramerdeka.com - Musyawarah bersama antara warga dengan pihak pengembang, terkait situs makam Sunan Katong yang terganggu dengan adanya rencana pembangunan perumahan di sekitar makam, diadakan di Balai Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Selasa (4/2).

Acara yang dipimpin oleh Camat Kaliwungu Selatan tersebut, dihadiri oleh Perwakilan Disdikbud Kendal, BPN Kendal, DPMPTSP Kendal, Dinas LH, Disperkim, Muspika, Ulama dan tokoh Masyarakat Kaliwungu, Badan Pengelola Makam (BPM), Masyarakat Desa Protomulyo, serta Perwakilan PT Toto Tentrem Sentosa sebagai pengembang.

Abdul Rozak, selaku perwakilan BPN mengungkapkan, pada dasarnya lokasi rencana perumahan tersebut memiliki kontur tanah yang gembur. Sehingga harus diperhitungkan baik konstruksi bangunannya, maupun sesuai kemiringan tanahnya. Sehingga tidak bisa asal membangun.

Mengenai luasan kawasan situs makam maupun cagar budaya tersebut, menurut Rozak, bisa diinventarisasi melaui data-data yang ada baik didesa maupun di BPN. "Untuk catatan baik di desa maupun di BPN, memang tidak ada, namun hal tersebut bisa ditelusuri dengan penentuan batas-batas tanah warga," jelasnya.

Ditambahkan oleh Rozak, tanah tersebut dikuasai oleh negara tapi bukan berarti milik negara. "Negara hanya berwenang mengatur. Mengatur antara subyek dengan tanahnya. Apakah itu hak milik atau hak pakai," imbuhnya.

Sementara itu, dari tokoh ulama Kaliwungu, KH. Asroi Tohir mengatakan, perlu adanya penentuan titik luasan Situs makam dengan menginventarisasi semua data yang ada. Baik di desa maupun BPN, kemudian dicocokan dengan data yang ada di Dinas Purbakala Jateng di Klaten.

Dosen Unwahas yang sekaligus menjabat Ketua MUI Kendal tersebut menambahkan, harus ada langkah konkrit utuk penyelamatan situs dan meminta dinas terkait untuk ikut serta memikirkan kelestarian Situs sejarah tersebut.

"Apapun itu, situs sejarah yang merupakan makam Auliya' harus dijaga eksisentinya dan dijaga kelestarianya," terangnya.

Dalam hal masukan agar pengembang secepatnya membuat talut untuk mengantisipasi terjadinya longsor, Subkhan selaku perwakilan pengembang mengaku siap melaksanakan, namun dirinya juga minta dibantu untuk masalah perizinan dan pembiayaan.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Beraksi di 16 Minimarket, Pelaku Ditangkap

Jumat, 28 Januari 2022 | 23:17 WIB

Polres Kendal Musnahkan 359 Knalpot Brong

Jumat, 28 Januari 2022 | 22:37 WIB

Tahap Pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta Dibalik

Rabu, 26 Januari 2022 | 23:57 WIB
X