RSUP Kariadi Rawat Pasien Pilek Sepulang dari Wuhan, Begini Kondisinya

- Selasa, 28 Januari 2020 | 19:37 WIB
Ketua Tim Penanganan Penyakit Infeksi Emerging RSUP Dr Kariadi, Dr dokter Muchlis Achsan Udji Sufro Sp PD KPTI, di RSUP Dr Kariadi, Selasa (28/1). (suaramerdeka.com/Puthut Ami Luhur)
Ketua Tim Penanganan Penyakit Infeksi Emerging RSUP Dr Kariadi, Dr dokter Muchlis Achsan Udji Sufro Sp PD KPTI, di RSUP Dr Kariadi, Selasa (28/1). (suaramerdeka.com/Puthut Ami Luhur)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi saat ini masih mengobservasi pasien yang mengeluh pilek, setelah pulang dari Wuhan Tiongkok sekitar 10 hari yang lalu. Pasien tersebut, menurut Ketua Tim Penanganan Penyakit Infeksi Emerging RSUP Kariadi Dr dr Muchlis Achsan Udji Sufro Sp PD KPTI, datang ke instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit rujukan tipe A itu dengan keluhan tersebut.

Baca juga: RSUP Kariadi Rawat Suspect Corona Virus? Ini Klarifikasinya

"Kami tahu masa inkubasi corona virus 14 hari maka untuk mengantisipasi besok  atau lusa panas, sementara kami rawat dahulu. Jika lusa, hari ketiga baik dalam artian tidak panas maka pasien akan dipulangkan," kata dokter Muchlis, kepada wartawan di RSUP Dr Kariadi, Selasa (28/1).

Saat ini menurut dia, pasien berwarganegara Indonesia yang baru pulang dari Wuhan 10 hari lalu, tidak mengalami demam. Menurutnya, sejak pasien datang tidak ada riwayat panas, bahkan batuk pun sebetulnya tidak dialami.

"Ketika kami foto rontgent organ dalamnya, baik-baik saja karena secara klinis tidak mengarah ke infeksi. Tetapi pasien mengeluh pilek, kurang enak bernafas dan seterusnya maka kami putuskan untuk dilakukan observasi terlebih dahulu," tuturnya.

Ia berharap, pasien yang diterima RSUP Dr Kariadi itu hasil tes akhirnya negatif Corona Virus. Pasien tersebut juga tidak tahu atau merasa tidak bersentuhan, saat ditanya apakah sebelumnya pernah bersentuhan dengan pasien Corona Virus.

"Jadi harusnya ada riwayat kontak, kami baru bisa menentukan pasien suspect itu kalau pasien sehabis bepergian dari Wuhan kemudian panas, batuk, sesak nafas, badan sakit semua, baru berpikiran ke arah sana," tambah dokter Muchlis.

Jangan lalu sedikit-sedikit Corona Virus sambungnya, tim dokter yang dipimpinnya tetap waspada dan tidak terlena tetapi tidak berlebihan. Menurutnya jika terlalu panik maka sistem kekebalan tubuh turun drastis sementara virus itu bisa ditangani oleh tubuh jika kekebalannya baik. Walau pun virus masuk, jika kekebalan tubuh baik maka akan tereleminasi.

Mengenai penanganannya, pasien ditangani sesuai gejalanya. Jika pilek maka akan diberi obat pilek dan kalau demam maka akan diberi penurun panas, tidak ada obat virus secara khusus.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Bangkitkan Ekonomi, Warga Mrican Rintis Kuliner Budaya

Selasa, 21 September 2021 | 23:10 WIB
X