BPJAMSOSTEK Siapkan Program Masuk Pasar Tradisional

- Selasa, 28 Januari 2020 | 06:17 WIB
SAMPAIKAN PAPARAN: Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Ungaran, Muslih Hikmat didampingi seluruh kepala bidang menyampaikan paparan terkait capaian kinerja 2019 dan rencana kerja 2020 ketika Media Gathering di Sekolah Sungai Sengkarang, Kabupaten Pekalongan, Senin (27/1) siang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
SAMPAIKAN PAPARAN: Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Ungaran, Muslih Hikmat didampingi seluruh kepala bidang menyampaikan paparan terkait capaian kinerja 2019 dan rencana kerja 2020 ketika Media Gathering di Sekolah Sungai Sengkarang, Kabupaten Pekalongan, Senin (27/1) siang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

Sejalan dengan itu, mulai tahun ini BPJAMSOSTEK juga menaikkan manfaat meski iurannya tidak naik sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019. Dimana yang dirasa cukup signifikan adalah besaran santunan jaminan kematian, dari sebelumnya Rp 24 juta menjadi Rp 42 juta.

“Mulai besok sudah ada sosialisasi, biar seluruh masyarakat paham. Dari catatan kami, pekerja penerima upah di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga sekitar 97 persen sudah menjadi peserta BPJAMSOSTEK,” terangnya.

Demikian halnya dengan tingkat kepatuhan dari sektor penerima upah, Muslih memaparkan, terpantau sudah taat. Tinggal sektor BPU, yang perlu digenjot ekstra karena masih banyak usaha mikro dan usaha rumahan yang belum tersentuh program BPJAMSOSTEK.

“Baru terlaksana di 128 UMKM, padahal UMKM khususnya di Kabupaten Semarang ada sekitar 3.000 UMKM. Kalau setiap UMKM memiliki tenaga kerja minimal tiga orang, sudah 9.000 tenaga kerja yang harus kita lindungi,” tegas dia.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Pemkab Grobogan Bakal Perketat Pengawasan Orang Asing

Jumat, 24 September 2021 | 20:29 WIB
X