BP Jamsostek Jawa Tengah dan DIY Bayar Klaim Rp 2,4 Triliun

- Kamis, 26 Desember 2019 | 17:48 WIB
Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan selaku Pps Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY, Wiwik Septi Herawati saat memberikan keterangan kepada wartawan tentang perkembangan kepesertaan dan program jaminan di Semarang, Kamis (26/12). (suaramerdeka.com /Cun Cahya)
Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan selaku Pps Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY, Wiwik Septi Herawati saat memberikan keterangan kepada wartawan tentang perkembangan kepesertaan dan program jaminan di Semarang, Kamis (26/12). (suaramerdeka.com /Cun Cahya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - BP Jamsostek Kanwil Jawa Tengah dan DIY mencatat sampai November 2019 pembayaran klaim mencapai Rp 2,4 triliun dengan total kasus 352 ribu kasus.

Klaim tersebut berasal dari total program yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan kematian dan jaminan pensiun.

Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan selaku Pps Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY, Wiwik Septi Herawati menjelaskan terbanyak klaim adalah jaminan hari tua yaitu Rp 2,3 triliun dengan 296 ribu kasus.

"Kedua jaminan kecelakaan kerja Rp 106 miliar dengan 2 ribu kasus, jamainan kematian Rp 92 miliar dengan 3.300 kasus dan jaminan pensiun Rp 18 miliar dengan kasus 31 ribu," katanya saat media gathering di Semarang, Kamis (26/12).

Sedangkan untuk jumlah peserta total sampai November 2019 ada 3.344.741 tenaga kerja dan peserta badan usaha ada 79.803.

Sementara itu, pemerintah telah menetapkan kenaikan manfaat terhadap program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian kepada peserta  BPJS Ketenagakerjaan yang sekarang mempunyai panggilan baru BP Jamsostek tanpa adanya kenaikan iuran yang diatur dalam PP no 82 tahun 2019.

Untuk santunan kematian dari Rp 16,2 juta menjadi Rp 20 juta, santunan pemakaman dari Rp 3 juta menjadi Rp 10 juta, santunan berkala dari Rp 4,8 juta menjadi Rp 10 juta.

Selain itu, manfaat JKK juga ditingkatkan dalam biaya transportasi untuk mengangkut pasien yang mengalami kecelakaan. Biaya transportasi dinaikkan dari Rp 1 juta menjadi maksimal Rp 5 juta Sementara itu biaya transportasi angkutan laut naik dari Rp 1,5 juta menjadi  Rp 2 juta da  angkutan udara dinaikkan menjadi Rp 10 juta dari sebelumnya Rp 2,5 juta.

Juga untuk santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) mengalami kenaikan yang tadinya 100 persen upah untuk 6 bulan pertama, 75 persen upah untuk 6 bulan berikutnya, dan 50 persen upah untuk selanjutnya hingga sembuh, berubah menjadi 100 persen upah untuk 6 bulan pertama, 100 persen upah untuk 6 bulan berikutnya, dan 50 persen upah untuk selanjutnya hingga sembuh.

Untuk beasiswa yang tadinya Rp 12 juta untuk satu anak berubah menjadi dua anak yang diberikan secara berkala setiap tahunnya sehingga total satu anak Rp 87 juta pertahun.

"Ini kenaikan manfaatnya sangat signifikan," jelasnya.


 

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Pemkab Grobogan Bakal Perketat Pengawasan Orang Asing

Jumat, 24 September 2021 | 20:29 WIB
X