Masalah Sampah Bukan Sekadar Tanggungjawab Pemerintah, Perlu Kesadaran Bersama

- Minggu, 19 September 2021 | 15:27 WIB
Sukarelawan lintas komunitas mengambil sampah domestik di sekitar Jembatan Kali Kupang, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Minggu, 19 September 2021. (suaramerdeka.com/dok)
Sukarelawan lintas komunitas mengambil sampah domestik di sekitar Jembatan Kali Kupang, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Minggu, 19 September 2021. (suaramerdeka.com/dok)

AMBARAWA, suaramerdeka.com - Perwakilan Penyelenggara World Cleanup Day (WCD) Kabupaten Semarang 2021, Agus Romadhon menekankan, bahwa sampah masih menjadi masalah besar.

Hanya saja, sejauh ini banyak yang menganggap masalah sampah menjadi tanggungjawab pemerintah saja.

“Sampah tanggung jawab kita bersama, bukan sekadar tanggungjawab pemerintah. Perlu dibangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga,” katanya, disela pembukaan WCD Kabupaten Semarang 2021 di Utara Alun-alun Tambakboyo Ambarawa, Minggu, 19 September 2021.

Baca Juga: Dukung Pembinaan Atlet, Komisi C Sepakat Cabor Selam Manfaatkan Venue Samapta Aquatic

WCD Kabupaten Semarang 2021, menurutnya, difokuskan di dua wilayah daerah aliran sungai (DAS) yakni DAS Katang dan DAS Bugisan, Kecamatan Ambarawa.

Dua ring kerja itu dipilih karena di sana banyak sampah domestik atau sampah dari aktivitas rumah tangga yang diduga sengaja dibuang ke sungai.

“Ketika kesadaran akan pengelolaan sampah masih minim, lantas bagaimana bangsa Indonesia bisa tumbuh? Untuk itu, diperlukan sinergi lintas sektor demi pengelolaan sampah yang lebih baik untuk Indonesia lebih baik menghadapi sampah,” ujar Agus.

Baca Juga: Serial Netflix 'You' Rilis Bulan Oktober, Trailer Tampilkan Adegan yang Mencekam

Disamping sukarelawan lintas komunitas, kegiatan pengambilan sampah di dua DAS kemarin juga melibatkan masyarakat setempat dan Muspika Ambarawa.

Data yang dihimpun menyebutkan, setidaknya ada 3,8 ton sampah bisa diangkat dari DAS Katang dan DAS Bugisan.

Sampah domestik tersebut selanjutnya dikirim ke TPA Blondo menggunakan dua unit truk pengangkut sampah DLH Kabupaten Semarang.

Baca Juga: Anti Mainstream, Arief Muhammad Jual Udara Las Vegas, Banyak yang Nego hingga Puluhan Juta

Lurah Tambakboyo Ambarawa, Yunianto mengapresiasi peran sukarelawan lintas komunitas yang datang dari berberapa wilayah.

“Semoga apa yang dilakukan bisa bermanfaat, dan masyarakat bisa mewujudkan inovasi kreatif tidak membuang sampah ke sungai,” tutur dia.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X