Wujudkan Jateng Solar Province, Pemprov Serius Kembangkan PLTS

- Jumat, 17 September 2021 | 21:49 WIB
MENUNGGU OPERASIONAL :Pembangunan kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di area Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Jatibarang saat ini masuk ke tahap pemasangan kabel jaringan dan koneksi PLN. (suaramerdeka.com / M Arif Prayoga)
MENUNGGU OPERASIONAL :Pembangunan kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di area Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Jatibarang saat ini masuk ke tahap pemasangan kabel jaringan dan koneksi PLN. (suaramerdeka.com / M Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dua tahun sejak mendeklarasikan inisiatif Jateng Solar Province bersama Institute for Essential Services Reform (IESR), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukan komitmen mengembangkan energi terbarukan, khususnya tenaga surya.

Pemprov Jateng mengoptimalkan sumber dayanya untuk mengakselerasi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, selama ini pihaknya mengandalkan pembiayaan dari APBN dan APBD untuk menyokong program pengembangan PLTS atap seperti program PLTS solar home system (SHS)

PLTS komunal off-grid, Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS), maupun PLTS atap di bangunan publik seperti kantor pemerintahan, sekolah/pesantren.

Baca Juga: Duo PSIS Dapat Panggilan Timnas Senior

"Hingga 2021, sudah terbangun 995 kWp PLTS di Jawa Tengah yang dipasang dengan APBN (881 kWp) dan APBD provinsi serta kabupaten (114 kWp).

Jumlah tersebut seharusnya bertambah dengan sedang dibangunnya PLTS atap di UMKM dan pondok pesantren berjumlah total 31 unit dengan kapasitas 192 kWp, yang penyelesaiannya masih terkendala pandemi Covid-19," ungkap Sujarwanto dalam zoom meeting "Perkembangan 2 Tahun Jateng Solar Province" yang digelar IESR, kemarin.

Salah satu kebijakan yang sedang diramu oleh ESDM Jateng yakni peta jalan energi surya.

Peta jalan ini dimaksudkan untuk memberikan panduan pengembangan PLTS di Jateng dan memberikan sinyal untuk menarik lebih banyak lagi investasi di PLTS atap baik skala industri maupun rumah tangga, dan mendorong pembangunan PLTS terapung di berbagai waduk yang ada di Jateng.

IESR memandang langkah ESDM untuk menyusun peta jalan surya merupakan langkah progresif.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

DLH Kota Semarang Tetapkan 15 Sekolah Adiwiyata 2021

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:51 WIB

Praktik Perjudian di Tiga Lokasi di Jateng Dibongkar

Kamis, 21 Oktober 2021 | 03:49 WIB

Hendi Dukung Desa Kekebalan Komunal AKABRI 1999

Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:25 WIB
X