Merawat Sejarah Kota Bekal Membangunnya di Masa Datang

- Jumat, 17 September 2021 | 13:37 WIB
Muhammad Yogi Fajrin,  pegiat sejarah Kota Semarang (suaramerdeka.com/dok)
Muhammad Yogi Fajrin, pegiat sejarah Kota Semarang (suaramerdeka.com/dok)


SEMARANG, suaramerdeka.com - Merawat dan mencintai sejarah kota sangat penting untuk kehidupan yang akan datang. Hal itu yang coba terus disampaikan Muhammad Yogi Fajrin, salah satu pegiat sejarah Kota Semarang.

“Itu yang bisa saya lakukan, saya berusaha konsisten. Bangunan bersejarah di Kota Semarang mungkin bisa hilang dengan adanya perkembangan kota, tapi setidaknya narasi dan cerita soal bangunan ini tersampaikan. Jadi biar berdinamika sendiri kalau memang nantinya bangunan ini akan bertahan atau tidak, setidaknya dokumentasi dan narasi tidak putus ke generasi berikutnya,” terangnya, Jumat 17 September 2021.

Ketertarikan Yogi terhadap sejarah berawal saat kedua orangtuanya sering membelikan buku sejarah, buku ensiklopedia, juga sering menonton tayangan history channel di tv.

Baca Juga: Perempuan dalam Politik Miliki Kontribusi Warnai Proses Pembangunan Negeri

“Dari situ terus nyantol di kepala, waktu SMA awal-awal main internet saya dapat situs-situs semarang, ada banyak arsip Kota Semarang, foto-foto bangunan, di situ mulai ada ketertarikan blusukan, menelusuri kembali bangunan dulu seperti apa sekarang, dan sebagian besar sudah hilang sekarang,” kata Yogi menceritakan.

“Akhirnya waktu jaman nge-blog, saya tulis kembali bangunan sejarah Kota Semarang, dari situ mulai berjejaring, banyak yang mulai melirik kegiatan saya, 2012 akhir bikin Lopen Semarang dan kegiatannya lumayan menarik banyak partisipan, 2013 kita pameran di Kotalama dan ramai. Lopen Semarang sekarang sudah tidak aktif. Setelah lulus kuliah gabung di Bersukaria sampai sekarang, penggagasnya juga teman dari Lopen Semarang,” bebernya.

Sebelumnya, Yogi juga aktif bersama Lopen Semarang. Bersama Bersukaria, Yogi mencoba menceritakan kembali sejarah masa lalu Kota Semarang lewat kegiatan Walking Tour.

Baca Juga: MV Terbaru Rilis, NCT 127 Tampil Memukau dengan 'Sticker'

“Lopen dan Bersukaria itu sama-sama mengulik sejarah Kota Semarang, bedanya kegiatan Lopen nggak reguler, sementara Bersukaria reguler tiap minggu, total kita ada 13 rute walking tour di Kota Semarang,” kata Yogi.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X