215 Calon Pegawai BRT Trans Semarang Jalani Pembekalan Khusus

- Senin, 25 November 2019 | 23:15 WIB
Salah satu jenis bus baru yang ada di Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yakni jenis Low Deck Scania. Bus ini merupakan pinjaman dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, untuk diujicoba gunakan selama sebulan. (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)
Salah satu jenis bus baru yang ada di Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yakni jenis Low Deck Scania. Bus ini merupakan pinjaman dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, untuk diujicoba gunakan selama sebulan. (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Badan Layanan Umum Unit Pembantu Tugas Daerah (BLU UPTD) Trans Semarang membekali 215 calon pegawainya dengan pengetahuan terkait pelayanan di jasa transportasi tersebut. Sebelum nantinya bertugas secara resmi, pada awal Desember 2019. Kegiatan pembekalan khusus tersebut dilakukan kepada karyawan baru, yang telah lulus seleksi dari awal pendaftaran hingga tahapan akhir.

Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengatakan, calon karyawan tersebut merupakan orang-orang yang telah lolos dari tahapan psikotes, Tes Kemampuan Dasar (TKD), tes berbasis komputer, hingga wawancara. Pembekalan merupakan upaya dari pihaknya dalam rangka memberi gambaran pengetahuan tentang aktivitas harian yang harus dijalani, jika nantinya telah bekerja secara resmi.

''Tujuannya agar memahami posisi dan tindakan yang harus dilakukan, saat berhadapan dengan masyarakat. Sesuai dengan jabatan masing-masing,'' ungkap dia, disela-sela kegiatan pembekalan di Ruang Serba Guna, kompleks gedung perkantoran Balai Kota Semarang, Senin (25/11).

Ada pun beberapa jabatan yang akan diisi, antara lain petugas tiket, petugas persiapan armada, pengawas angkutan, kasir, dan karyawan admin. Dia mengaku, ada sekitar 3.700 peserta yang mendaftar lewat jalur online untuk penerimaan karyawan baru Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang.

''Kurang lebih sekitar 160 karyawan baru ini merupakan warga Kota Semarang. Sementara sisanya berasal dari luar kota, seperti Boyolali. Mereka yang berasal dari luar kota, kami minta untuk segera mencari tempat tinggal yang berada di sekitar lokasi kerja,'' kata dia.

Kedekatan tempat tinggal dibutuhkan karena tugas dari karyawan BRT Trans Semarang harus dilakukan sejak pukul 05.00. Itu karena pelayanan harus sudah siap pada pukul 05.30 WIB. Selain itu, ada juga petugas yang memulai kerja pada larut malam hingga dini hari. Mereka merupakan petugas persiapan armada yang bekerja untuk menyiapkan bus sebelum keberangkatannya,'' ujar dia.

Sementara itu, calon pegawai Trans Semarang, Avifah (29) mengaku mendaftar sebagai petugas tiket karena ingin melayani dalam bidang transportasi. Selain itu, dia mengungkapkan jika sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan swasta. Pekerjaan seperti ini, lanjut dia, merupakan tantangan baru baginya. Menurut dia, saat menjadi penumpang BRT, dirinya juga telah mendapatkan pelayanan yang nyaman dari petugas-petugas yang ada.

''Ini merupakan tahap pembekalan akhir sebelum bekerja. Saya ingin agar transportasi menjadi lebih baik lagi, khususnya BRT, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat luas. Selama ini petugas BRT juga telah berperilaku dan memberikan pelayanan baik kepada masyarakat. Mereka ramah, sopan, dan kepada penumpang yang tua pun mengayomi. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,'' ujar dia.

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Nelayan Rawapening Dilindungi Asuransi

Selasa, 30 November 2021 | 21:46 WIB

Realisasi PBB Melebihi Target Rp10,4 M

Selasa, 30 November 2021 | 21:07 WIB
X