Kasus Tewasnya Taruna: PIP Semarang Sebut Keterangan Resmi Langsung dari Kemenhub

- Kamis, 16 September 2021 | 13:00 WIB
Gedung PIP Semarang. (suaramerdeka.com / dok PIP Semarang)
Gedung PIP Semarang. (suaramerdeka.com / dok PIP Semarang)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pihak Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang seakan susah untuk dimintai keterangan soal tewasnya tarunanya bernama Muhammad Faza pada 6 September 2021.

Saat dihubungi staf Humas PIP lewat pesan WhatsApp tidak merespon pertanyaan tentang konfirmasi resmi dari PIP Semarang.

Namun ternyata pihak PIP sudah mengonfirmasi kepada salah satu wartawan untuk menyampaikan kepada rekan-rekan lain.

Menurutnya dirinya memang diminta untuk menyampaikan kepada wartawan soal konfirmasi kasus tewasnya taruna PIP Semarang.

Baca Juga: Menag Bacakan Puisi Gus Mus dalam Pidato Penutupan Forum Antaragama G20

Ia mengatakan PIP Semarang di bawah Kemenhub sehingga segala sesuatunya termasuk statemen terpusat di Kemenhub.

"Pejabat PIP tidak diizinkan untuk memberikan statemen apapun," katanya, Kamis, 16 September 2021.

Sementara itu dikutip dari laman bpsdm.dephub.go.id, Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), A. Arif Priadi tegaskan pihaknya fokus menginvestigasi internal terkait tindak kekerasan yang melibatkan taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang.

Ia mengatakan, tidak menoleransi terjadinya tindak kekerasan di lingkungan kampus.

Baca Juga: Kemenkes Siapkan Dua Skenario Hadapi Varian Baru Covid 19: Estimasi 3,9 Juta Kasus

Meski tindak kekerasan tersebut terjadi di luar lingkungan kampus terhadap taruna yang sedang dalam pembelajaran jarak jauh, namun pihak kampus akan melakukan investigasi mengenai insiden ini.

"PIP Semarang saya minta fokus dan mengambil langkah-langkah percepatan untuk mengusut insiden ini dan mencegah kejadian serupa terulang kembali” tegasnya.

Direktur PIP Semarang Capt. M. Rofik menugaskan Wakil Direktur (Wadir) 3 dan Kepala Pusat Pengembangan Karakter Taruna dan Perwira Siswa (Pusbangatarsis) untuk fokus pada penyelesaian masalah termasuk berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pihak kepolisian. Untuk itu keduanya dinonaktifkan sementara dari jabatannya.

Diketahui, meninggalnya taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Zidan Muhammad Faza (21) yang tadinya karena serempetan dengan sang senior, Caesar Richardo Bintang Samudra ternyata setelah diselidiki meninggal karena diplonco oleh kelima seniornya.

Caesar Richardo Bintang Samudra dikorbankan untuk mengakui karena telah memukul saat serempetan di Jalan Tegalsari dan meninggal dunia.

Kelima senior pelaku penganiayaan yang menewaskan Zidan yaitu Caecar Richardo Bintang Samudra Tampubolon, Aris Riyanto, Andre Arsprilla Arief, Albert Jonathan Ompu Sungu, dan Budi Dharmawan.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kejari Bantu Pemkot Tagih Piutang Pajak

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:33 WIB

Nyali Besar, Panjat Tower 30 Meter Tanpa Gemetar

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:14 WIB
X