Kabur luar Kota, Pelaku Perampasan di Depan Balai Kota Ditangkap

- Rabu, 15 September 2021 | 18:39 WIB
Wakapolrestabes Semarang AKBP Iga DP Nugraha dan Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Dony Lamboturuan menunjukkan barang bukti, saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Rabu (15/9) siang. (SM/Erry Budi Prasetyo)
Wakapolrestabes Semarang AKBP Iga DP Nugraha dan Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Dony Lamboturuan menunjukkan barang bukti, saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Rabu (15/9) siang. (SM/Erry Budi Prasetyo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Setelah sembilan hari melakukan pengejaran Unit Reserse Mobile (Resmob) Polrestabes Semarang, akhirnya menangkap satu pelaku lagi yang melakukan perampasan di depan Balai Kota Semarang hingga korbannya meninggal, pada Minggu (5/9) sekitar pukul 03.30.

Ady Setyawan (23), warga Jalan Kiper II, Kuningan kabur ke Subang hingga akhirnya saat hendak pulang ke rumahnya pada Senin (14/9).

Sebelumnya petugas menangkap Adhi Pratama (27), warga Sarirejo Semarang Timur dan M Haidar (22), warga Purwosari Semarang Utara.

Baca Juga: Menggemaskan! Ditto Beri Kado Anak Sapi di Hari Ulang Tahun Ayudia

Wakapolrestabes Semarang AKBP Iga DP Nugraha mengatakan, dari hasil pemeriksaan pelaku tersebut kabur setelah melakukan kejahatan tersebut.

"Seteleh melakukan tindakan tersebut dia diantar pacarnya ke Terminal Mangkang kemudian naik bus jurusan Jakarta. Hingga dia bersembunyi di Subang," ungkapnya saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Rabu (15/9) siang.

Dalam pelariannya tersebut, lanjut dia, pelaku tinggal di rumah pamanya. Adapaun, dia kemudian bekerja sebagai jasa angkut di pasar.

"Namun dalam pelariannya itu pelaku (Ady) merasa tidak tenang karena dia mengaku kerap didatangi korban dalam mimipinya," ujarnya.

Mimpi tersebut, lanjut dia, membuat pelaku ketakutan hingga dia memutuskan untuk kembali ke Semarang. Gerak gerik pelaku ternyata sudah terpantau hingga akhirnya pelaku ditangkap.

Baca Juga: Wujudkan Tertib Lalu Lintas, Satlantas Polres Pekalongan Kota Blusukan Sekolah SMA, Edukasi Prokes

Sementara itu Ady Setyawan mengaku, dia pulang ke Semarang dengan cara naik turun truk. "Saya ganti ganti truk ke Semarang," jelasnya.

Namun saat tiba di Semarang dan makan di sebuah warung makan, petugas menangkapnya.

"Saat sedang makan di warung saya ditangkap," ungkapnya.

Dalam kasus ini Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X