Situasi Pandemi Berkepanjangan Mengubah Tatanan Kehidupan Baru di Masyarakat

- Rabu, 15 September 2021 | 16:59 WIB
KONFERENSI INTERNASIONAL: Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang, Misbah Zulfa Elisabeth saat menyampaikan materi dalam kegiatan Konferensi Internasional Pertama Transformasi Demokrasi dan Sosial 2021 (suaramerdeka.com/Pamungkas Ashadi)
KONFERENSI INTERNASIONAL: Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang, Misbah Zulfa Elisabeth saat menyampaikan materi dalam kegiatan Konferensi Internasional Pertama Transformasi Demokrasi dan Sosial 2021 (suaramerdeka.com/Pamungkas Ashadi)


SEMARANG, suaramerdeka.com - Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Imam Taufik berpendapat, situasi pandemi yang berkepanjangan menuntut masyarakat untuk melakukan adaptasi dan negosiasi sebagai respon terhadap regulasi intervensi Covid-19.

Dengan demikian, praktis setiap aktivitas, mobilitas, dan gaya hidup masyarakat mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan tatanan kehidupan yang baru.

Menurutnya, tindakan untuk melakukan tatanan hidup baru telah menimbulkan beberapa masalah yaitu, tingkat keragaman responsivitas dan kemampuan beradaptasi dalam masyarakat.

Baca Juga: 106 Wasit Jateng Bertugas di PON XX 2021 Papua

Ada gap tentang bagaimana orang menegaskan tatanan dunia baru, beberapa orang secara keliru percaya bahwa Covid-19 bukanlah bahaya yang sebenarnya bahkan menganggapnya sebagai konspirasi, dan menyatakan penolakan terhadap regulasi intervensi Covid-19.

Kemudian masalah lainnya adalah bagaimana tatanan kehidupan baru mendekonstruksi pola kehidupan masyarakat sebelumnya. Pada titik ini, masyarakat tidak terbiasa, dipaksa untuk hidup dari cara hidup mereka yang umum.

Telah terjadi perubahan dan pergeseran yang signifikan dalam hal nilai, norma, praktik kehidupan, dan adat istiadat masyarakat dewasa ini.

Baca Juga: Coldplay Bicara Dampak Global BTS untuk Dunia Musik: Mereka Punya Suara yang Positif

"Kondisi ini mendorong para ilmuwan dan peneliti untuk melakukan observasi, review, atau kajian tentang dampak pandemi Covid-19 terhadap perubahan kehidupan sosial. Penelitian dan upaya ilmiah harus dapat menemukan formula dan strategi yang efektif untuk memecahkan masalah umum masyarakat saat ini," ujarnya saat membuka acara konferensi Internasional pertama transformasi demokrasi dan sosial, secara virtual di Ruang Teater Lantai 4, Rektorat UIn Walisongo, Rabu 15 September 2021.

Selain itu, kata Imam Taufik, situasi pandemi juga telah mengubah pola kehidupan dan interaksi sosial dengan cepat di seluruh dunia.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keliru Menginjak Pedal, Mobil Terjun Bebas Masuk Kanal

Senin, 20 September 2021 | 15:46 WIB

Semarang Panas, Hendi Galakkan Penghijauan

Minggu, 19 September 2021 | 20:08 WIB
X