Bangun 1.000 Jamban, Rotary D3420 Gandeng Kodam IV Diponegoro

- Selasa, 14 September 2021 | 22:00 WIB
Rotary District 3420 Area Semarang, Kudus dan Solo menyerahkan bantuan 1.000 jamban kepada Kodam IV/Diponegoro, di Markas Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yonarhanud ) 15/Dahana Bhaladika Yudha (DBY), Jatingaleh, Candisari, baru-baru ini.
Rotary District 3420 Area Semarang, Kudus dan Solo menyerahkan bantuan 1.000 jamban kepada Kodam IV/Diponegoro, di Markas Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yonarhanud ) 15/Dahana Bhaladika Yudha (DBY), Jatingaleh, Candisari, baru-baru ini.

SEMARANG, suaramerdeka.com - Rotary District 3420 Area Semarang, Kudus dan Solo menggandeng Kodam IV/Diponegoro untuk mewujudkan 3 kegiatan sosial bersama-sama.

Pertama, membangun dan mendistribusikan 1.000 jamban kepada warga Jawa Tengah yang membutuhkan.

Kedua, membagi-bagikan buku sebagai bagian dari program literasi, dan ketiga mendistribusikan vaksin Covid 19 kepada.

Sinergi tiga kegiatan ini dilaksanakan pada 2021. Khusus untuk 1.000 jamban, Rotary menyiapkan paket bahan untuk pembuatan toilet, sedangkan Kodam mendistribusikan dan sekaligus membangunkannya di lapangan.

Baca Juga: Lirabica dan Orang Tuanya Pernah Diperkusi Warga Komplek: Saya Minta Aparat untuk Memproses

''Kami mengapresiasi komitmen dan semangat pengabdian Kodam IV/Diponegoro, yang peduli akan masalah sanitasi dan kesehatan masyarakat. Bahkan, TNI telah membangun 1 juta jamban gratis untuk warga yang membutuhkan sejak 2017. Seperti Signature Project di Rotary D3420 Indonesia, yang memprogram 5.000 jamban untuk masyarakat. Bentuk komitmen untuk Serve to Change Lives, yang menjadi tema besar Rotary International 2021-2022,'' kata Cindy Bachtiar, District Governor (DG) Rotary District 3420 Indonesia.

saat menyerahkan bantuan 1.000 jamban di Markas Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yonarhanud) 15/Dahana Bhaladika Yudha (DBY), Jatingaleh, Candisari, baru-baru ini.

Ikut mendampingi kegiatan, antara lain rotarian Lina Soeratman, Dyah Anggareni, Eleonora Aprilita, Okky S dan Redy.

Ditjen Cindy berterima kasih kepada Kodam IV Diponegoro telah siap bersinergi, berkolaborasi, dan bekerja sama untuk membantu pemerintah mengatasi masalah sanitasi.

Dia yakin, TNI memiliki personel atau SDM sampai ke tingkat daerah, memiliki akses yang kuat terhadap pegawai, menguasai data lapangan, dan komitmen yang tidak perlu diragukan untuk NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Menjadikan TNI mitra berkegiatan sosial yang sangat kompeten dan ideal untuk Rotary. Ditjen Cindy bahkan memuji TNI yang sudah bergerak cepat, lebih dulu mengadakan program jambanisasi untuk sanitasi dan kesehatan lingkungan.

''Melalui usaha mewujudkan 1 juta jamban, itu luar biasa. Kami salut dan mengapresiasi langkah TNI. Kami yakin, program jambanisasi ini akan lebih cepat, dan semakin sukses di tangan TNI. Karena itu, TNI sudah memiliki pengalaman nyata,'' kata Cindy.

Tentu banyak orang bertanya, mengapa memilih program jambanisasi? Cindy menjelaskan, jika Indonesia berada pada peringkat ke-3, sebagai negara terburuk dalam hal toilet di dunia. Setelah Tiongkok dan India.

Berdasarkan data pada tahun 2020, ada 20 juta keluarga hidup tanpa toilet. Jika satu keluarga rata-rata terdiri atas 4 orang, maka sedikitnya 80 juta orang masih membuang hajat di sungai dan di sembarang tempat. Itu setara dengan 14 ribu ton kotoran manusia yang membuat air sungai setiap hari.

Tidak mengherankan, jika polusi sungai menembus angka 75 persen, dan degradasi air tanah sampai di level 70 persen di Indonesia. Inilah masalah mendasar penyebab rendahnya tingkat sanitasi, sekaligus menjadi awal awal masalah kesehatan lingkungan di negeri ini.

''Data-data itu menunjukkan, sanitasi menjadi masalah yang sangat serius, mendesak, dan menjadi tanggung jawab bersama! dampaknya panjang dan daya rusaknya dahsyat! Untuk itu, Rotary District 3420 Indonesia mencanangkan program 5.000 Jamban Keluarga Indonesia pada 2021-2022,'' tegas Cindy Bachtiar, yang mulai DG Rotary District 3420 Indonesia sejak 1 Juli 2021.

keberadaan sanitasi yang buruk memberi dampak panjang pada kesehatan, pendidikan, gender, gizi, lingkungan, masalah ekonomi dan sosial. PBB mencatat, lebih dari setengah populasi global atau 4,2 miliar orang kekurangan sanitasi yang aman.

Baca Juga: Nadiem Apresiasi PTM di Solo, Mas Gibran Sangat Pro PTM

Sanitasi buruk ikut menjadi penyebab sekitar 297 ribu anak di bawah lima tahun meninggal setiap tahun. Akibat diare, tipus, desentri, dan polio.

Bagi kaum perempuan, kata dia, rendahnya apresiasi pada masalah sanitasi juga membuat mereka harus selalu berhadapan dengan risiko ancaman. Akibat akses toilet kurang menawarkan privasi. Toilet atau jamban ini juga berkaitan dengan angka stunting yang masih tinggi di Indonesia.

''Di Indonesia, ada 150.000 orang meninggal, yang berawal dari masalah sanitasi. Itulah mengapa kita harus bergotong royong, membantu masyarakat. Ini akan sangat bermanfaat untuk mereka dan masa depan anak-anak Indonesia. Sekali lagi, terima kasih Kodam IV/Diponegoro bisa bersama-sama membantu masyarakat, untuk Indonesia yang semakin baik,'' ungkap DG Cindy.

Baca Juga: Ganjar Minta Uji Coba PTM Lakukan Laporan Harian

Sementara pada program kedua, literasi adalah mendistribusikan buku-buku yang sangat dibutuhkan anak-anak dan masyarakat di daerah. Pendidikan itu fundamental, dan buku sumber ilmu.

Persaingan ke depan adalah persaingan global, maka tidak ada pilihan lain, harus memperkuat pengetahuan dasar pengetahuan anak-anak penerus cita-cita bangsa. Salah satunya, dengan memperbanyak program membaca buku.

Apalagi banyak warga kesulitan mendapatkan buku-buku. Rotary D3420 kemudian mengumpulkan buku, dengan dibantu Kodam IV/Diponegoro dalam pendistribusiannya di daerah Papua.

Program ketiga, vaksinasi untuk Covid19, menurut Ditjen Cindy juga penting. Di masa pandemi, salah satu program kesehatan yaitu mendukung proporsi orang yang divaksin dan mensosialisasikannya bagi yang belum vaksin.

''Kami siap membantu menyebarluaskan dan mengajak warga, termasuk di lingkungan Rotary D3420 untuk vaksin,'' katanya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X