Bangun 1.000 Jamban, Rotary D3420 Gandeng Kodam IV Diponegoro

- Selasa, 14 September 2021 | 22:00 WIB
Rotary District 3420 Area Semarang, Kudus dan Solo menyerahkan bantuan 1.000 jamban kepada Kodam IV/Diponegoro, di Markas Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yonarhanud ) 15/Dahana Bhaladika Yudha (DBY), Jatingaleh, Candisari, baru-baru ini.
Rotary District 3420 Area Semarang, Kudus dan Solo menyerahkan bantuan 1.000 jamban kepada Kodam IV/Diponegoro, di Markas Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yonarhanud ) 15/Dahana Bhaladika Yudha (DBY), Jatingaleh, Candisari, baru-baru ini.

Menjadikan TNI mitra berkegiatan sosial yang sangat kompeten dan ideal untuk Rotary. Ditjen Cindy bahkan memuji TNI yang sudah bergerak cepat, lebih dulu mengadakan program jambanisasi untuk sanitasi dan kesehatan lingkungan.

''Melalui usaha mewujudkan 1 juta jamban, itu luar biasa. Kami salut dan mengapresiasi langkah TNI. Kami yakin, program jambanisasi ini akan lebih cepat, dan semakin sukses di tangan TNI. Karena itu, TNI sudah memiliki pengalaman nyata,'' kata Cindy.

Tentu banyak orang bertanya, mengapa memilih program jambanisasi? Cindy menjelaskan, jika Indonesia berada pada peringkat ke-3, sebagai negara terburuk dalam hal toilet di dunia. Setelah Tiongkok dan India.

Berdasarkan data pada tahun 2020, ada 20 juta keluarga hidup tanpa toilet. Jika satu keluarga rata-rata terdiri atas 4 orang, maka sedikitnya 80 juta orang masih membuang hajat di sungai dan di sembarang tempat. Itu setara dengan 14 ribu ton kotoran manusia yang membuat air sungai setiap hari.

Tidak mengherankan, jika polusi sungai menembus angka 75 persen, dan degradasi air tanah sampai di level 70 persen di Indonesia. Inilah masalah mendasar penyebab rendahnya tingkat sanitasi, sekaligus menjadi awal awal masalah kesehatan lingkungan di negeri ini.

''Data-data itu menunjukkan, sanitasi menjadi masalah yang sangat serius, mendesak, dan menjadi tanggung jawab bersama! dampaknya panjang dan daya rusaknya dahsyat! Untuk itu, Rotary District 3420 Indonesia mencanangkan program 5.000 Jamban Keluarga Indonesia pada 2021-2022,'' tegas Cindy Bachtiar, yang mulai DG Rotary District 3420 Indonesia sejak 1 Juli 2021.

keberadaan sanitasi yang buruk memberi dampak panjang pada kesehatan, pendidikan, gender, gizi, lingkungan, masalah ekonomi dan sosial. PBB mencatat, lebih dari setengah populasi global atau 4,2 miliar orang kekurangan sanitasi yang aman.

Baca Juga: Nadiem Apresiasi PTM di Solo, Mas Gibran Sangat Pro PTM

Sanitasi buruk ikut menjadi penyebab sekitar 297 ribu anak di bawah lima tahun meninggal setiap tahun. Akibat diare, tipus, desentri, dan polio.

Bagi kaum perempuan, kata dia, rendahnya apresiasi pada masalah sanitasi juga membuat mereka harus selalu berhadapan dengan risiko ancaman. Akibat akses toilet kurang menawarkan privasi. Toilet atau jamban ini juga berkaitan dengan angka stunting yang masih tinggi di Indonesia.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X