Perdayai 10 Janda Kota Semarang Luar Dalam, Don Juan Asal Garut Ini Harus Masuk Bui

- Selasa, 14 September 2021 | 06:30 WIB
Yandi pemuda asal Garut yang sukses memperdaya 10 janda di Kota Semarang. (suaramerdeka.com / dok)
Yandi pemuda asal Garut yang sukses memperdaya 10 janda di Kota Semarang. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kiprah Yandi sebagai sosok 'Don Juan' harus berakhir di jeruji besi karena dia ditangkap Polisi karena tindak penipuan.

Tak tanggung-tanggung, warga Kampung Cimang, Kelurahan Simpang, Kecamatan Sikajang Kabupaten Garut, Jawa Barat ini mampu memperdaya 10 janda di Kota Semarang.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar saat gelar perkara menyebutkan, Yandi melaksanakan aksinya melalui aplikasi pencarian jodoh dengan memakai samaran.

Setelah para korban yang mayoritas janda itu terjerat bujuk rayunya, tersangka menjalin asmara hingga berhubungan badan.

Baca Juga: Gas Bumi Punya Peran Strategis dalam Proses Transisi ke Renewable Energi

Para korban juga kerap dimintai sejumlah uang dengan alasan untuk modal usaha.

Yandi tak segan mengancam para korban yang menolak untuk diajak hubungan badan, dengan tidak mengembalikan uang serta tak dinikahi.

Usai berhasil meniduri dan meminta uang, tersangka lalu pergi menghilang.

"Sasarannya memang janda yang sudah mapan (berduit). Setidaknya ada enam orang (melapor) yang menjadi korban. Semua warga Kota Semarang."

Baca Juga: Ganjar Tilik Bayi Kembar Siam dari Kaliwungu, Minta Tim Medis Siapkan Penanganannya

"Ada A, M, B, W, dan D. Rata-rata masih berusia relatif muda. Ada yang kelahiran 1997, 1987, dan 1992. Semua korban berstatus janda,” kata Kapolrestabes.

Yandi yang seorang pengangguran ini berhasil meraup hingga Rp 179 juta dari para korbannya.

Berdasarkan pengakuan, tersangka ternyata bekerja sebagai buruh harian lepas yang hanya lulusan SMP.

“Iya, saya pengangguran. Ngaku kerja di oli, sama naik mobil, tapi rental,” akunya.

Uang hasil kejahatan yang diperoleh dipakai untuk biaya hidup, dan membayar uang rental mobil.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan atau Pasal 378 KUHP tentang penipuan.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X