Ki Manteb Sumbangkan Seperangkat Pakaian Jawa, Begini Ceritanya

- Kamis, 7 November 2019 | 13:52 WIB
Foto suaramerdeka.com/Puthut Ami Luhur
Foto suaramerdeka.com/Puthut Ami Luhur

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dalang Ki Manteb Sudarsono menyumbangkan seperangkat pakaian adat Jawa kepada Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Ia ingin baju beskap yang dikenakannya ketika diundang badan PBB yang megurusi soal pendidikan, kebudayaan dan keilmuan Unesco di Paris, Perancis bisa dilihat oleh seluruh masyarakat Jawa Tengah.

Beskap tersebut menurutnya, satu dari dua pakaian tradisional Jawa yang dikenakannya ketika memenuhi undangan Unesco di Paris. Undangan pertama pada 2003 di mana dia diminta menunjukkan pertunjukkan wayang orang dalam sebuah rekaman video berdurasi kurang dari lima menit.

"Setahun berselang diundang lagi ke Perancis dan Unesco mengajukan beberapa pertanyaan mengenai aksi saya di dalam video saat mendalang, mereka tidak percaya dan mengira itu tipuan kamera. Saya diminta mempraktekkan dan bisa, lalu mereka memberikan penghargaan dan menetapkan wayang sebagai warisan budaya dunia," kata Ki Manteb di halaman depan RRI saat akan menyerahkan seperangkat beskap, Rabu (6/10).

Ia ingin pakaian yang telah berusia lebih dari 14 tahun itu, menjadi pengingat bahwa budaya Indonesia khususnya Jawa telah diakui sebagai warisan dunia. Pria berusia 71 tahun dan masih aktif mendalang itu berharap, kelak anak cucunya masih bisa melihat dan mengingat wayang ditetapkan sebagai warisan budaya dunia.

Ada dua beskap yang dikenakan oleh Ki Mantep Sudarsono saat diundang oleh Unesco, tetapi hanya satu set saja yang dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan akan dipajang di Museum Ronggowarsito Semarang. Satu set beskap yang diserahkan terdiri dari, blangkon, beskap, kain jarik dan sabuk.

"Yang tidak saya serahkan keris, saat ini masih saya pakai dan selop karena sudah hancur," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut Ki Manteb Sudarsono mementaskan pagelaran wayang kulit berjudul Wahyu Darma, di tempat yang sama. Sebelum mementaskan wayang kulit, Ki Manteb menerima wayang sosok Prabu Puntadewa dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan oleh Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jawa Tengah bekerja sama dengan LPP RRI Semarang dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mantan Anggota DPD RI dari Jawa Tengah Bambang Sadono yang juga merupakan pengurus Pepadi Jateng dan Kepala LPP RRI Semarang Anhar Ahmad.

Editor: Maya

Tags

Terkini

Sungai Jebol, Mangkang Wetan Dilanda Banjir

Senin, 17 Januari 2022 | 19:20 WIB

Aktivitas Gempa Swarm Kembali Guncang Ambarawa

Jumat, 14 Januari 2022 | 19:34 WIB

BPN Serahkan 645 Sertifikat Aset Pemkab Semarang

Jumat, 14 Januari 2022 | 09:45 WIB

BSI-DMI Siapkan Entrepreneur Berbasis Masjid

Jumat, 14 Januari 2022 | 03:42 WIB

Hotel Dafam Pekalongan Kunjungan di Suara Merdeka

Kamis, 13 Januari 2022 | 22:58 WIB
X