Pertamina Berdayakan 130 Kader Posyandu Tingkatkan Mutu Kesehatan Balita dan Lansia

- Sabtu, 11 September 2021 | 14:11 WIB
Pertamina melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) melakukan pemberdayaan 130 kader posyandu di Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur dan di Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Jumat, 10 September 2021./Dokumentasi Pertamina
Pertamina melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) melakukan pemberdayaan 130 kader posyandu di Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur dan di Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Jumat, 10 September 2021./Dokumentasi Pertamina

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pertamina melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) melakukan pemberdayaan 130 kader posyandu di Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur dan di Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Jumat, 10 September 2021.

Brasto Galih Nugroho, Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) mengatakan program tersebut menyasar 1.628 jiwa yang terdiri dari bayi dan lansia di sekitar lokasi operasi Integrated Terminal Semarang.

“Program ini bertujuan untuk dapat meningkatkan kualitas mutu kesehatan, khususnya kepada balita penyandang stunting, serta kepada bayi dan lansia pada umumnya yang memerlukan perhatian khusus terkait kesehatan,” kata Brasto.

Pertamina juga menyerahkan secara simbolis sejumlah bantuan dalam program CSR yang dijalankan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Tiga Anak Mantan Presiden Soeharto Tersandung Kasus BLBI, Ini Besarannya 

“Bantuan yang kami berikan di antaranya peningkatan kapasitas kader posyandu, sarana dan fasilitas protokol kesehatan Covid-19 bagi posyandu, dan pemberian makanan tambahan (PMT),” ujarnya.

Salah satu kader posyandu Kelurahan Tanjung Mas, Wartana menyampaikan terima kasih kepada Pertamina yang telah menjalankan program CSR di wilayahnya.

Menurutnya pandemi Covid-19 ini menyebabkan kegiatan posyandu menjadi terhambat, sehingga pemantauan dan pemenuhan gizi pada balita dan lansia sempat terkendala.

“Dengan adanya program dari Pertamina tentu dapat membantu menghidupkan kembali kegiatan posyandu di lokasi kami,” ungkap Wartana.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nyali Besar, Panjat Tower 30 Meter Tanpa Gemetar

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:14 WIB

Realisasi PBB Melebihi Target Rp10,4 M

Selasa, 30 November 2021 | 21:07 WIB

Baznas Wisuda 32 Sarjana Penerima Beasiswa Produktif

Senin, 29 November 2021 | 23:25 WIB
X