Fakta Baru, Taruna PIP Dianiaya 5 Seniornya, Bukan Serempetan Motor

- Jumat, 10 September 2021 | 15:01 WIB
TUNJUKKAN BUKTI : Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar menunjukkan barang bukti, saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Jumat 10 September 2021, siang. (suaramerdeka.com/Erry Budi Prasetyo)
TUNJUKKAN BUKTI : Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar menunjukkan barang bukti, saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Jumat 10 September 2021, siang. (suaramerdeka.com/Erry Budi Prasetyo)

 

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Penganiayaan terhadap Zidan Muhammad Faza (21), taruna semester 6 Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang hingga tewas ternyata menjadi pemicunya, bukan karena serempetan sepeda motor.

"Itu hanya rekayasa. Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut korban meninggal bukan karena dipukul yang dilakukan satu orang seniornya (Caesar) setelah terjadi serempetan motor di Jalan Tegalsari Barat, Candisari.

Tapi ini penganiayaan yang dilakukan lima orang seniornya termasuk Caesar," ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar, saar gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Jumat 10 September 2021, siang.

Baca Juga: Kontroversi Pernyataan Ketua KPI, Pengamat Media: Edukasi Kekerasan Seksual Tak Perlu Libatkan Pelaku

Adapun, lanjut dia, penganiayaan tersebut bermula dari lima seniornya yang pekan depan hendak wisuda tersebut yakni Caesar Richardo, Aris Riyanto (25), Andre Arsprilla Arief (25), Albert Jonathan Ompu Sungu (23) dan Budi Darmawan (22), mengundang 15 juniornya termasuk korban untuk datang ke mess mereka di Genuk Krajan, Candisari dengan alasan ada acara makan makan dan selamatan karena seniornya itu akan di wisuda.

"Ternyata lima belas junior itu di plonco yang katanya itu acara tradisi atau pembinaan senior ke junior," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut dia, kelima senior tersebut melakukan pemukulan secara bersama sama kepada para juniornya termasuk kepada Zidan hingga meninggal.

Baca Juga: Ada yang Salah dengan Ketua KPI? Warganet Singgung Studio Mata Najwa Lebih Seram dari Studio Closethedoor

"Mereka (lima senior) melakukan pemukulan secara bersama-sama hingga salah satu dari junior yang mereka undang (Zidan) meninggal," jelasnya.

Awalnya, Irwan Anwar membeberkan, kejadian itu dilaporkan kecelakaan karena serempetan sepeda motor hingga terjadi pemukulan.

"Dari laporan tersebut kami melakukan penelusuran lebih lanjut hingga menemukan kejanggalan," ungkapnya.

Dengan dipimpin langsung Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lamboturan, pihaknya menelusuri kejanggalan tersebut.

Baca Juga: WHO Prediksi Covid-19 Sulit Diberantas, Moderna Kembangkan Booster untuk Suntikan Vaksin Tahunan

"Kami telusuri dari awal. Kami minta keterangan kepada warga ternyata tidak ada kejadian serempetan motor hingga pemukulan di lokasi yang dilaporkan awal," ungkapnya.
Kemudian, lanjut dia, pihaknya yang memeriksa kamera CCTV rumah sakit juga menemukan perbedaan antara laporan dan faktanya.

"Saat melapor salah satu pelaku (Caesar) bilang katanya dia membawa korban ke rumah sakit seorang diri. Ternyata di rekaman korban dibawa bersama sama," ujarnya.

Dari situlah, lanjut dia, terungkap kalau laporan awal itu hanya rekayasa saja.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kejari Bantu Pemkot Tagih Piutang Pajak

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:33 WIB

Nyali Besar, Panjat Tower 30 Meter Tanpa Gemetar

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:14 WIB
X