Pemkab Demak Bawa Pengelola Karaoke ke Meja Hijau

- Rabu, 8 September 2021 | 18:22 WIB
Bupati Demak Hj Eisti'anah wawancana dengan wartawan terkait sikap tegas Pemkab Demak terhadap tempat karaoke di daerahnya. (suaramerdeka.com/dok)
Bupati Demak Hj Eisti'anah wawancana dengan wartawan terkait sikap tegas Pemkab Demak terhadap tempat karaoke di daerahnya. (suaramerdeka.com/dok)

DEMAK, suaramerdeka.com - Dua pengelola tempat usaha karaoke di Kabupaten Demak divonis hukuman kurungan 15 hari dan denda Rp 1,5 juta oleh Pengadilan Negeri Demak, Rabu 8 September 2021.

Keduanya adalah pemilik karaoke Dinasti dan Gading Semi yang berlokasi di Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam.

Sementara pemilik karaoke Metro Cafe sudah dua kali diundang untuk menghadiri persidangan namun belum datang tanpa alasan yang jelas.

"Jika undangan ketiga untuk Sidang Kamis (9/9) belum juga hadir maka kami akan meminta bantuan Polres untuk melakukan penjemputan paksa," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Demak, M Ridhodin.

Baca Juga: Kontrol Budaya di Dunia Hiburan, China 'Hilangkan' Sejumlah Artisnya Ini, Indonesia Berani Mencontoh?

Dia menjelaskan, mereka diajukan ke pengadilan oleh Satpol PP lantaran melanggar Perda No 11/2018 yang mengatur tentang Penyelenggaraan usaha hiburan di Kota Wali.

Selain itu dalam operasi di tempat karaoke yang dilakukan oleh tim gabungan yustisi, belum lama ini, juga ditemukan sejumlah minum-minuman keras di lokasi tempat karaoke.

Menurut penuturannya, Satpol PP bersama tim gabungan TNI/Polri sudah berulang kali menggelar operasi dan melakukan penyeggelan.

Namun para pemilik usaha karaoke masih membandel, terbukti tetap beroperasi, bahkan di tengah penerapan PPKM level 3 maupun 4.

Baca Juga: Update Covid 8 September: Pasien Sembuh Terus Bertambah, Kini Mencapai 3.876.760 Orang

Adapun mengenai rendahnya putusan pengadilan negeri yang menjatuhkan hukuman 15 hari dan denda Rp 1,5 juta tersebut dikarenakan pelanggaran yang dilakukan para terdakwa masuk dalam tindak pidana ringan (tipiring)

Sementara itu Bupati Demak Hj Eisti'anah menyampaikan, pemerintah akan bertindak tegas dalam menerapkan Perda 11/2018. Terlebih setelah dirinya melihat langsung tempat karaoke yang banyak ditemukan minum-minuman keras.

"Saat operasi di tempat karaoke yang dipimpin Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono bersama tim gabungan saya dan Wabup KH Ali Makhsun serta Ketua DPRD Fahrudin Bisri Slamet ikut langsung sehingga tahu persis kondisi di lapangan," ungkapnya.

Sehubungan itu, Pemkab Demak membuat ketegasan untuk penegakan aturan sesuai peraturan daerah 11/2018. Perda yang telah disahkan DPRD Demak merupakan suara dan aspirasi sebagian besar masyarakat yang harus dijalankan dengan seoptimal mungkin.

Terpisah sejumlah warga menyampaikan apresiasi dan salut atas keberanian serta ketegasan bupati dalam menegakan perda terkait karaoke. Terlebih bupati ikut turun langsung dalam operasi penindakan terhadap tempat karaoke.

Halaman:
1
2

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Perempuan Nelayan Jadi Tumpuan

Jumat, 31 Desember 2021 | 15:32 WIB

Bayar PBB-P2 Tepat Waktu, Warga Gajah Dapat Mobil

Kamis, 23 Desember 2021 | 21:09 WIB

Kerukunan Beragama Jadi Alat Pemersatu Bangsa

Rabu, 22 Desember 2021 | 09:24 WIB
X