Jemput Bola Layani Warga Difabel dan Orang Sakit

- Jumat, 11 Oktober 2019 | 09:48 WIB
SOSIALISASI IMIGRASI: Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang Filianto Akbar (paling kiri) saat memaparkan materi dalam sosialisasi peningkatan pelayanan Keimigrasian di Semarang. (suaramerdeka.com / Royce Wijaya)
SOSIALISASI IMIGRASI: Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang Filianto Akbar (paling kiri) saat memaparkan materi dalam sosialisasi peningkatan pelayanan Keimigrasian di Semarang. (suaramerdeka.com / Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Semarang meningkatkan pelayanan pembuatan paspor, khususnya buat kaum difabel dan orang sakit di wilayahnya. Kantor tersebut kini menelurkan program Si Jempol Semar alias Imigrasi Jemput Bola Semarang, di mana petugas dengan melayani difabel ke rumah.

Selain itu juga telah disiapkan jalur ramah difabel di kantor Imigrasi buat mengurus paspor. Petugas Imigrasi pun siap hadir ke rumah sakit, seandainya ada pasien sakit yang membutuhkan pelayanan paspor. Syaratnya, mereka harus mendapatkan surat keterangan dari dokter rumah sakit.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang Filianto Akbar mengatakan, pelayanan paspor jemput bola ini bagian dari inovasi institusinya. "Orang difabel punya keterbatasan, seperti tuna netra dan tuna daksa. Ada juga penderita penyakit stroke yang kadang kesulitan bawa kursi roda, kami coba melayani mereka ke rumahnya masing-masing," kata Filianto disela-sela sosialisasi peningkatan pelayanan keimigrasian di Semarang, Kamis (10/10).

Menurut dia, program jemput bola sudah berjalan selama tiga bulan terakhir. Adapun, wilayah Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang itu meliputi Kota dan Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Kudus, Demak, dan Grobogan.

"Sudah ada sekitar 20 proses pembuatan paspor dari para difabel. Tinggal telepon di layanan kantor Imigrasi, maka petugas akan datang melayani," ungkapnya didampingi Kepala Divisi Keimigrasian, Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jateng Esti Winahyu Nurhandayani.

Sosialisasi diikuti ratusan orang, mereka di antaranya dari perwakilan rumah sakit maupun organisasi masyarakat. Esti menegaskan, inovasi pelayanan paspor jemput bola itu dilakukan kantor Imigrasi Semarang. Mendasari instruksi dari Direktorat Jenderal Imigrasi, bahwa kepada warga difabel dan orang sakit supaya ditingkatkan pelayanan keimigrasiannya.

"Baik terhadap warga difabel dan orang sakit, pelayanannya wawancara dan foto, sekaligus melihat kondisi fisiknya. Setelah paspor jadi, keluarganya baru bisa mengambilnya ke kantor Imigrasi," tandasnya. Cukup telepon ke layanan kantor, maka petugas akan datang melayani.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Sungai Jebol, Mangkang Wetan Dilanda Banjir

Senin, 17 Januari 2022 | 19:20 WIB
X