Jurnalisme Santri Efektif Tangkal Hoaks dan Ghibah

- Kamis, 10 Oktober 2019 | 23:55 WIB
PESERTA PRAKTIKUM JURNALISTIK : Para peserta Praktikum Jurnalistik dari Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (Fuhum) UIN Walisongo Semarang foto bersama dengan narasumber Agus Fathuddin Yusuf dari Suara Merdeka dan Wakil Dekan Rokhmah Ulfah. (suaramerdeka.com / dok)
PESERTA PRAKTIKUM JURNALISTIK : Para peserta Praktikum Jurnalistik dari Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (Fuhum) UIN Walisongo Semarang foto bersama dengan narasumber Agus Fathuddin Yusuf dari Suara Merdeka dan Wakil Dekan Rokhmah Ulfah. (suaramerdeka.com / dok)

Menurut santri alumni Pondok Pesantren Futuhiyyah, Suburan Mranggen Demak itu, dengan disahkannya Undang-undang Pondok Pesantren, lembaga pendidikan tertua di Indonesia harus berbenah diri menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia masa depan dengan berbagai keterampilan, sarana dan prasarana yang memadai termasuk media massa.

Agus yang juga dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang itu merasa bangga karena beberapa pondok pesantren besar di Indonesia sudah menyiapkan SDM di bidang teknologi informasi dengan baik.

Dia menyebut pondok pesantren Al-Anwar, Sarang Rembang, pondok pesantren Raudlatut Thalibien, Leteh, Rembang, pondok pesantren Maslakul Huda (PPMH) Kajen Margoyoso Pati, pondok pesantren API, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, pondok pesantren Al-Hikmah2, Benda Sirampog, Brebes, pondok pesantren Futuhiyyah, Suburan, Mranggen, Demak dan pondok pesantren Besongo Daarul Falah, Ngalian, Semarang.

‘’Ke depan, pondok pesantren harus punya televisi, radio, majalah, surat kabar, media online dan lain-lain. Semua ini untuk menopang dan mendukung kejayaan NKRI di masa depan,’’ katanya.

Agus Fathuddin dalam materi berjudul ‘’Jurnalistik Santri sebagai media informasi yang mencerahkan dan membahagiakan di era milenial’’ mengatakan,  masyarakat saat ini seringkali mengalami kebingungan ketika menerima berbagai macam informasi terutama melalui dunia maya.

Budaya ‘tabayyun’ atau konfirmasi mencari kebenaran seharusnya diterapkan dalam menghadapi maraknya berita-berita hoax saat ini yang berpotensi memecahbelah umat. Menurutnya, jurnalistik santri bertujuan untuk mensinergikan jiwa santri (keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiah, dan kebebasan) terhadap dunia jurnalistik yang ada saat ini dengan tetap berpegang pada fungsi pers secara umum yaitu informasi, edukasi, koreksi, rekreasi, dan mediasi.

Mahasiswa atau santri diharapkan dapat mengisi ruang-ruang di media sosial dengan konten-konten yang memiliki nilai kebaikan dan kebenaran. Bahkan mahasiswa dan santri diharapkan dapat mengajak para kiai atau pimpinan pondok pesantren untuk memperluas dakwahnya melalui berbagai media massa yang ada saat ini.Sementara itu,

Ketua Panitia sekaligus Wakil Dekan I Fuhum Dr H Sulaiman MAg menjelaskan peserta kegiatan itu mahasiswa angkatan tahun 2016. Para mahasiswa selain mendapatkan ilmu, mereka juga akan memperoleh sertifikat yang merupakan salah satu syarat wajib daftar ujian komprehensip.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

X