Jalan Museum Klaster Sangiran Mulus

Rosikhan
- Jumat, 13 September 2019 | 22:37 WIB
COR BETON: Jalan utama menuju kawasan wisata Situs Purba Sangiran, Kecamatan Kalijambe dilebarkan dan dicor beton. (suaramerdeka.com/Basuni H)
COR BETON: Jalan utama menuju kawasan wisata Situs Purba Sangiran, Kecamatan Kalijambe dilebarkan dan dicor beton. (suaramerdeka.com/Basuni H)

SRAGEN, suaramerdeka.com - Setelah pelebaran dan peningkatan ruas jalan Kalijambe-Sambiran dengan dicor beton, Pemkab Sragen bakal melanjutkan proyek serupa keempat museum klaster di Sragen. Yakni klaster museum Bukuran dan Ngebung di Kecamatan Kalijambe serta di Manyarejo Kecamatan Plupuh.

"Pelebaran jalan di klaster-klaster museum itu bertahap mulai tahun lalu dan tahun ini dilanjutkan tahun depan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Marijo.

Peningkatan jalan itu dimaksudkan untuk mempermudah akses kendaraan wisatawan dan meningkatkan jumlah pengunjung. Pelebaran di ruas jalan dilakukan setiap tahun 2018 sampai 2021 mendatang. "Selama akses jalan sempit di museum klaster dikeluhkan pengunjung," tandasnya. 

Pemkab ingin mengintegrasikan kawasan wisata andalan Sragen mulai dari Desa Wisata Batik di Desa Pilang dan Kliwonan Kecamatan Masaran juga desa-desa sentra industri batik di Kecamatan Plupuh.

Apalagi di Pungsari, Plupuh ada makam Butuh yang merupakan petilasan Joko Tingkir.  "Kalau jalannya bagus, maka perjalanan dari desa wisata batik di Masaran dan Plupuh sampai ke Sangiran bisa cepat dan nyaman," tegasnya.

Sementara itu Ari warga Desa Krikilan mengatakan untuk ruas jalan Sangiran-Kalijambe sudah dilebarkan dan dicor beton. "Jalannya sudah lebar dan dicor beton,  perjalanan bisa lebih nyaman," katanya. 

Dia berharap, dengan pelebaran jalan itu bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Sangiran.  Selama ruas jalan sempit,  pengunjung enggan datang sulit kalau berpapasan sesama kendaraan roda empat.

"Padahal pengunjung banyak yang naik mobil karena datang bersama keluarga," katanya.  Selain ruas jalan,  sebaiknya Pemkab memikirkan lahan parkir.  Saat ramai, lahan parkir khususnya di Museum Sangiran di Krikilan penuh.

Kepala Desa Krikilan Widodo mengatakan pemerintah desa membuat berbagai upaya untuk menambah daya tarik wisata di kawasan Sangiran. "Kami juga sudah membuat objek wisata dari potensi desa. Jadi kalau orang datang ke Sangiran tidak hanya ke museum saja tapj ada daya tarik lain, " kata Widodo.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Terkini

Ditampart Berkeliling Kampanyekan Kerentanan Pesisir

Kamis, 8 Desember 2022 | 05:30 WIB

DPRD Demak Bahas Jasa Tenaga Ahli dan Kajian

Rabu, 7 Desember 2022 | 21:58 WIB

Digital Contruction Jadi Akselarasi Pembangunan

Rabu, 7 Desember 2022 | 05:35 WIB
X