Hutan Lereng Merbabu Terbakar, Seluruh Jalur Pendakian Ditutup

- Jumat, 13 September 2019 | 04:48 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

UNGARAN, suaramerdeka.com - Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM) kembali menutup seluruh jalur pendakian ke Gunung Merbabu pascaterjadinya kebakaran di Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Informasi penutupan sementara itu secara resmi disebarluaskan pada 12 September 2019 melalui Surat Edaran SE.417/T.35/TU/EVLAP/2019 yang ditandatangani oleh Kepala BTNGM, Ir Junita Parjanti.

“Penutupan jalur pendakian ini dilakukan dengan pertimbangan aspek keselamatan pendaki. Terhitung mulai, Kamis (12/9), sampai dengan waktu yang belum ditentukan,” terang Ir Junita Parjanti, kemarin.

Surat edaran tadi, telah disampaikan kepada semua mitra pengelola pendakian. Dengan demikian, pihaknya berharap aturan yang ada benar-benar dipatuhi oleh masyarakat sekitar Gunung Merbabu khususnya para pendaki.

Sebagaimana diketahui, Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu tepatnya di Dusun Malang, Wonolelo, Sawangan, Kabupaten Magelang terbakar. Titik api kali pertama terpantau sejak, Rabu (11/9) sekitar pukul 19.17. Hingga, Kamis (12/9) petang, api serta kepulan asap tebal masih terlihat di lereng sisi barat gunung tersebut. “Kepulan asap masih terpantau, khususnya di atas Dusun Malang, Desa Wonolelo,” jelas Koordinator Pinoes Rescue Getasan, Kabupaten Semarang, Suryo Sigit.

Pihaknya bersama sukarelawan yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA) wilayah Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang sejauh ini tengah melaksanakan pemantauan kawasan di kawasan lereng Gunung Merbabu yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Semarang. “Koordinasi terus dilakukan, kami pun siaga mengantisipasi jika api meluas hingga lereng utara masuk wilayah Kecamatan Getasan,” tegasnya.

Suryo Sigit menambahkan, sukarelawan MPA Kecamatan Getasan sementara memang fokus pada perkembangan di lereng sisi utara. Mengingat di sekitar kawasan hutan yang terbakar, wilayahnya didominasi vegetasi dan semak yang kering akibat dampak musim kemarau. “Cuaca cenderung panas terik, angin yang berhembus bisa saja menyebabkan api cepat meluas,” imbuh dia.

Editor: Andika

Tags

Terkini

RSUD Kota Salatiga Zero Pasien Covid-19

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:12 WIB

Muslimat dan Fatayat Dilatih Pemulasaraan Jenazah

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:25 WIB
X