Honor Guru PAUD di Demak Rp 100.000 Per Bulan

- Sabtu, 7 September 2019 | 04:44 WIB
FOTO BERSAMA: Ketua DPRD Kabupaten Demak H Slamet Fahrudin Bisrie (tengah) dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Demak Eko Pringgolaksito foto bersama dengan para pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Demak usai audiensi di kantor DPRD belum lama ini. (suaramerdeka.com/Dok)
FOTO BERSAMA: Ketua DPRD Kabupaten Demak H Slamet Fahrudin Bisrie (tengah) dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Demak Eko Pringgolaksito foto bersama dengan para pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Demak usai audiensi di kantor DPRD belum lama ini. (suaramerdeka.com/Dok)

DEMAK, suaramerdeka.com – Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak Endra Faturrahman mengatakan, saat ini di daerahnya terdapat 510 lembaga Kelombok Bermain (KB)/Tempat Penitipan Anak (TPA)/Satuan Paud Sejenis (SPS) dengan 1500 orang tenaga pendidik yang memiliki berbagai kualifikasi pendidikan mulai dari jenjang S1 sampai SMP.

‘’Memang kesejahteraan mereka masih sangat perlu diperhatikan dan ditingkatkan,’’ katanya dalam silaturahmi antara Pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) dengan Ketua DPRD Kabupaten Demak H Slamet Fahrudin Bisrie dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Demak Eko Pringgolaksito, di kantor DPRD Demak, belum lama ini.

Hadir pada kesempatan itu Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Afida Asfar dan para pengurus Himpaudi kecamatan se-Kabupaten Demak.

Ketua Himpaudi, Lusiyanti mengatakan, setidaknya ada tujuh aspirasi yang disampaikankepada pimpinan dewan yaitu terkait adanya dikotomi pendidikan yang mengkotak-kotakkan antara Pendidik Formal dan Non Formal.

‘’Padahal kenyataan di lapangan, tugas dan kewajiban seorang pendidik di lembaga tidak ada perbedaan baik itu Formal atau Non Formal. Akan tetapi hak yang diberikan kepada para pendidik PAUD khususnya pendidik di Kelompok Bermain (KB)/Satuan PAUD Sejenis (SPS) masih sangat rendah. Mereka hanya mengandalkan dana yang diperoleh dari hasil pengelolaan operasional sekolah yang diperoleh dari uang orangtua murid. Nilai upah tersebut relatif kecil berkisar sekitar 50-100 ribu per bulan. Harapan adanya perhatian dari Pemerintah Daerah mengenai kesejahteraan secara berkesinambungan sangatlah dibutuhkan,’’ tegasnya.

Beasiswa Pendidikan

Himpaudi mengharapkan agar para pendidik mendapatkan beasiswa pendidikan S1 PAUD ataupun bantuan untuk mengikuti diklat berjenjang yang mana selama ini pendidik PAUD merasa terbebani dengan adanya syarat S1 ataupun mengikuti diklat berjenjang dengan biaya yang tidak murah.

‘’Selain itu, harapan agar dianggarkannya dana untuk pembangunan dan perbaikan sarana prasarana lembaga secara urut dan berkesinambungan, masalah sulitnya pendidik PAUD untuk mendapatkan NUPTK serta tidak meratanya pengalokasian Anggaran Dana Desa untuk Pendidikan Anak Usia Dini juga menjadi sorotan teman-teman,’’ katanya

Ketua DPRD Kabupaten Demak H Slamet Fahrudin Bisrie menyampaikan gembira bisa bersilaturahmi dengan ketua dan pengurus Himpaudi.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Pasar Johar Masih Sepi, Pegadang Belum Berjualan

Minggu, 26 September 2021 | 18:20 WIB
X