Sidang Perkara BPR BKK Kebumen Hadirkan Ahli Pidana UII Yogyakarta

- Rabu, 1 September 2021 | 15:37 WIB
SIDANG LANJUTAN : Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi PD BPR BKK Kebumen dengan agenda pemeriksaan saksi dan keterangan ahli di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (1/9). (suaramerdeka.com/Eko Fataip)
SIDANG LANJUTAN : Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi PD BPR BKK Kebumen dengan agenda pemeriksaan saksi dan keterangan ahli di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (1/9). (suaramerdeka.com/Eko Fataip)

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi Perusahaan Daerah (PD) BPR BKK Kebumen Tahun 2011 menghadirkan ahli pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof Mudzakkir, Selasa (1/9).

Sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Semarang ini menyeret tiga terdakwa. Antara lain Giyatmo (nasabah), Azam Fatoni (eks Dewan Pengawas BPR tersebut) dan Kasimin (eks Direktur Pemasaran). Ketiganya dituntut secara terpisah oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kebumen.

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan dan Pembangunan Jateng, kasus dugaan penyalahgunaan/penyimpangan pencairan kredit ini merugikan negara Rp 8,7 miliar.

Dalam persidangan, ahli dimintai pendapatnya oleh kuasa hukum dari terdakwa Giyatmo, mengenai unsur-unsur dalam Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga: Pemerintah Akui Masih Ada Keterbatasan Fasilitas Pendukung dan Cakupan Vaksinasi: bukan Halangan Dibukanya PTM

"Unsur Pasal 2 secara umum adalah perbuatan melawan hukum, merugikan keuangan negara, dan menguntungkan diri sendiri/korporasi. Sedangkan unsur dalam Pasal 3 salah satunya memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi," kata ahli.

Ahli juga menjelaskan, unsur pertama Pasal 2 ayat 1 UU Tindak Pidana Korupsi yaitu melawan hukum formil dan materiel. Formil artinya bertentangan dengan undang-undang, sedangkan material merupakan perbuatan yang tercela dan terkutuk.

Menurutnya, unsur yang harus terkandung dalam pasal ini tidak bisa formil saja, tidak bisa pula hanya materiel, melainkan keduanya harus terpenuhi.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Baznas Wisuda 32 Sarjana Penerima Beasiswa Produktif

Senin, 29 November 2021 | 23:25 WIB

Dinkes Kota Semarang Juara 1 IT Kesehatan

Senin, 29 November 2021 | 21:56 WIB

Buruh Jateng Kembali Demo, Tolak UMP 2022

Senin, 29 November 2021 | 20:07 WIB

DAS Rawan Banjir di Kota Semarang Terpantau Masih Aman

Senin, 29 November 2021 | 13:43 WIB

Semarang Jadi Kota Pembangunan Terbaik di Indonesia

Minggu, 28 November 2021 | 22:20 WIB

Kota Semarang Tuan Rumah AHL Germas Tingkat Nasional

Minggu, 28 November 2021 | 19:26 WIB
X