Pengaruh Buruk Gawai Butuh Diantisipasi

- Kamis, 25 Juli 2019 | 21:00 WIB
Tim dosen Unissula foto bersama warga Desa Tambakbulusan Karangtengah Demak berkenaan program kemitraan dan pengabdian masyarakat.(suaramerdeka.com/Hari Santoso)
Tim dosen Unissula foto bersama warga Desa Tambakbulusan Karangtengah Demak berkenaan program kemitraan dan pengabdian masyarakat.(suaramerdeka.com/Hari Santoso)

DEMAK, suaramerdeka.com - Era teknologi digital menjadikan manusia tidak terpisahkan dari piranti gawai mutakhir. Kendati demikian, di balik manfaatnya yang besar, gawai juga mengandung risiko membahayakan.

''Utamanya apabila dipakai berlebihan oleh anak-anak. Tumbuh kembang mereka bisa terganggu apabila sampai kecanduan gawai,'' tutur psikolog Unissula, Titin Suprihatin, kemarin.

Dijumpai di sela-sela program kemitraan masyarakat di Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak.  Tim dari Unissula terjun ke lokasi tersebut menjalankan program pengabdian masyarakat. Di dalamnya mencakup misi memberikan pemahaman mengenai pola pengasuhan orang tua terhadap anak usia dini dan remaja.  Forum itu juga mengundang Kades Tambakbulusan, A Habibullah.

Selain kehadiran para psikolog program ini melibatkan tim keperawatan. ''Dari psikologi, saya dan dosen Inhastuti Sugiasih. Ada pun tim keperawatan menghadirkan dosen Sri Wahyuni,'' imbuh Titin.

Disebutkan pola pengasuhan yang dilakukan orang tua akan terus berbeda dari waktu ke waktu. Salah satu bentuk tantangannya adalah maraknya pemakaian piranti digital oleh anak dan remaja.
 
Generasi Milenial

Sebagai generasi milenial anak dan remaja tidak mungkin terpisahkan dari kemajuan zaman. Namun diinginkan kecanggihan aplikasi digital justru untuk membantu memberikan berbagai kemudahan bukan berisiko mencelakakan.

''Sebagaima diketahui gawai juga memberikan manfaat positif. Anak-anak dan remaja sekolah zaman sekarang mengerjakan soal, pekerjaan rumah dan sebagainya juga memanfaatkan ponsel pintar. Gawai memang tetap boleh dipakai sepanjang diberikan pengawasan dan pemahaman mengenai kekurangan dan kelebihannya,'' imbuh alumnus UGM itu.

Ditambahkannya, program yang dia jalankan juga untuk mendorong peningkatan keterampilan dan pola pengasuhan pada orang tua untuk anak serta remaja. Sebab usaha dan tantangan  dalam mengasuh anak akan saling berbeda dari zaman ke zaman.

Selain mengasuh anak usia dini tidak bisa disamakan dengan mengasuh anak usia remaja. Program ini juga menyertakan teknik bagaimana membangun komunikasi dan emosi anak.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Laka Berat di JLS, Anggota Polres Salatiga Meninggal

Selasa, 30 November 2021 | 09:38 WIB

Baznas Wisuda 32 Sarjana Penerima Beasiswa Produktif

Senin, 29 November 2021 | 23:25 WIB

Dinkes Kota Semarang Juara 1 IT Kesehatan

Senin, 29 November 2021 | 21:56 WIB

Buruh Jateng Kembali Demo, Tolak UMP 2022

Senin, 29 November 2021 | 20:07 WIB

DAS Rawan Banjir di Kota Semarang Terpantau Masih Aman

Senin, 29 November 2021 | 13:43 WIB

Semarang Jadi Kota Pembangunan Terbaik di Indonesia

Minggu, 28 November 2021 | 22:20 WIB
X